Beranda Pemerintahan Anak Yatim Diupayakan Dapat Beasiswa Bukan Santunan Satu Tahun Sekali

Anak Yatim Diupayakan Dapat Beasiswa Bukan Santunan Satu Tahun Sekali

86 views
0

SANGATTA- Rapat coffee morning, Senin (31/10) di penghujung Oktober 2016 ini membahas beberapa hal penting. Tindak hanya masalah progress pembangunan, namun juga kebutuhan masyarakat kurang mampu terutama anak yatim dan putus sekolah. Terkait hal itu, Bupati Ismunandar yang memimpin rapat lantas meminta kepada aparat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk segera memvalidasi data anak yatim untuk segera diberi bantuan.

“Setiap camat sesuai data tentang anak-anak miskin untuk diberikan beasiswa. Diutamakan anak yang orang tuanya sudah tidak sanggup bekerja dan memang miskin. Anak yatim juga jangan lagi diberi santunan hanya sekali setahun, tetapi diberi beasiswa dan bantuan pendidikan agar tidak putus sekolah,” pinta orang nomor satu di Pemkab Kutim ini yang duduk diapit Wabup Kasmidi Bulang dan Sekretaris Kabupaten Irawansyah di Ruang Meranti, Sekretariat Kabupaten.

Berikutnya Ismu juga meminta dengan tegas agar seluruh bawahannys tidak melaksanakan praktik “pungli” atau pungutan liar pada setiap pelayanan yang diberikan. Persoalan selanjutnya yang turut dibahas yakni upaya Pemkab Kutim dalam memenuhi kebutuhan listrik didaerah terpencil. Khusus masalah satu ini, Bupati menginginkan agar Camat berkoordinasi dengan SKPD atau stakeholder lainnya untuk dapat menyiapkan program pembangkit listrik berbahan bakar alternative. Sehingga pada tahun 2017 mendatang seluruh desa di Kutim dapat merasakan listrik. Namun demikian apabila dimungkinkan pemanfaatan panas matahari seperti solar cell, energy batu bara dan biomasa, sebaiknya dilakukan. Agar setidaknya, pada Desember 2016, separuh dari jumlah desa yang belum teraliri listrik bisa menyala.

Hal lain yang menjadi pembahasan yakni persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Rata-rata camat memberikan tanggapan yang hampir seragam dan semuanya menyatakan siap. Hanya saja seperti Kecamatan Sandara memerlukan perlakukan berbeda, karena akses transportasinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Masih mengutamakan akses transportasi laut dengan biaya mencapai Rp 10 juta untuk setiap kali sewa speedboat. Berikutnya penyelesaikan distribusi sertifikat dilahan transmigrasi termasuk status lahannya. Progress pembangunan pengadaan air bersih di kecamatan pedalaman yakni di Muara Bengkal dan sekitarnya.

Direktur PDAM Tirta Tuah Benua, Aji Mirni Mawarni mengatakan IPA (instalasi pengolahan air) Muara Bengkal sudah hampir beres. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbabagai pihak untuk mempersiakan peresmian.

“Pembangunan IPA menggunakan biaya APBN, jaringan dan transmisi dengan APBD Provinsi dan jaringan distribusinya menggunakan dana APBD Kabupaten,” jelas Aji Mirni.

Ditangah rapat, Wabup Kasmidi Bulang yang dipersilahkan oleh Bupati tak lupa menanyakan persiapan dan progress pembangunan di Pelabuhan Kenyamukan. Kasmidi meminta kepada semua pihak untuk meningkatkan koordinasi sehingga proyek nasional itu dapat benar-benar beroperasi tahun 2017 mendatang. Fokus pada penyelesaian lahan dengan keterlibatan aparat kabupaten, kecamatan hingga ke tingkat desa. Seluruh aparat diminta turun kelapangan agar persoalan yang memperlambat penyelesaian Pelabuhan Kenyamukan cepat selesai.

Beberapa hal lain yang dibicarakan yakni soal pengalihan kewenangan kehutanan kepada Provinsi Kaltim. Seluruh SKPD diminta kooperatif menghadapi pemeriksaan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Pembahasan tentang progress pendistribusian alokasi dana desa (ADD), pemanggilan untuk perusahaan perkebunan yang belum merealisasikan kebun plasma bagi masyarakat hingga persiapan peresmian kantor layanan imigrasi di Sangatta.

Menjelas akhir rapat, Sekretaris Kabupaten Irawansyah menambahkan bahwa defisit yang dialami oleh Kabupaten Kutim menyebabkan kebijakan pembangunan harus berada pada posisi “mengencangkan ikat pinggang”. (hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here