Beranda Kutai Timur Tujuh Desa di Kongbeng Fokus Bangun Infrastruktur

Tujuh Desa di Kongbeng Fokus Bangun Infrastruktur

147 views
0

SANGATTA- Setelah membuka Musrenbang di Kecamatan Muara Wahau, Asisten II Perekonomian dan Pemerintahan Rupiansyah mewakili Wakil Bupati Kasmidi Bulang membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) di Kongbeng.

Pada musrenbang Kongbeng yang dihelat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Makmur Jaya SP3, Selasa (22/2) ini, tujuh desa sepakat dan berkomitmen memajukan daerah. Dengan cara memotret potensi dan sumber-sumber pembangunan yang tersedia, baik dari dalam maupun luar desa. Momentum pelaksanaan forum musrenbang yang dilaksanakan setiap awal tahun ini digunakan untuk membangun kesepahaman tentang kepentingan dan kemajuan desa.

Saat membuka musrenbang, Rupi, sapaan akrab Rupiansyah didampingi Camat Kongbeng Furqani. Beberapa undangan turut hadir mulai dari anggota DPRD Kutim, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Setkab Kutim, dan kepala desa (kades). Sekitar pukul 14.00 Wita kegiatan dimulai dengan pemaparan dari beberapa kades mulai dari Desa Miau Baru, Makmur Jaya, Marga Mulia, Suka Maju, Sidomulyo, Sri Pantun, dan Kongbeng Indah. Infrastruktur menjadi sektor pilihan utama sebagian besar gambaran perencanaan usulan.

Kades Desa Makmur Jaya SP3 Sujiman mengatakan saat presentasi didepan undangan lebih mengoptimalkan penyelesaian semenisasi jalan mulai dari Jalan Danau Kelimutu, Danau Toba, dan Danau Prome. Disisi lain ada juga pipanisasi airn PDAM.

“Perbaikan sepajang jalan diatas dengan pengecoran menjadi agenda penting yang kami usulkan lebih dahulu. Selanjutnya mengusulkan bekerja sama dengan camat dengan komunikasi persuasif terkait pipanisasi air PDAM untuk mengaliri kampung-kampung desa yang belum mendapatkan air bersih,” ucapnya.

Camat Kongbeng Furqani menekankan perencanaan matang untuk kemajuan kecamatan khususnya Kongbeng. Dia menjelaskan bahwa pihaknya masih punya bantuan dari perusahaan-perusahaan untuk mengalokasikan dana bagi desa. Contohnya beberapa waktu lalu ada bantuan alat berat operasional pertanian. Paling menarik yakni di Desa Suka Maju terdapat 116 Hektare perkebunan sawit menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Nah ini jadi motivasi tinggi kami terus bersinergi dengan program Gerbang Desa Madu (gerakan pembangunan desa mandiri dan terpadu),” katanya.

Furqani menambahkan “banyak jalan menuju roma” untuk memajukan daerah dari desa hingga kecamatan. Hal itupun menjadi acuannya untuk bisa berpikir realistis. Pihaknya tidak terlalu berharap dengan bantuan cepat di tengah imbas krisis defisit keuangan negara. Untuk itu dia berusaha membangun berkoordinasi dan komunikasi mendalam dengan pihak ketiga. Agar tidak banyak melakukan intervensi ke bawah, dia justru merangkul semua kades bekerja bersama bahu-membahu secara “enjoy”.

“Seluruh kades sudah mengerjakan Musrenbang desa, sudah dilaporkan hasilnya akan menjadi prioritas usulan rencana prioritas desa terutama dalam soal infrastruktur seperti jalan, pembangunan kantor dan gedung baru, jembatan, drainase, dan pembuatan sumur bor,” tutupnya. (hms13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here