Beranda Kutai Timur Atasi Byarpet, Pemkab Dukung MoU “Tambah Setrum” – KPC Gandeng PLN Kelola...

Atasi Byarpet, Pemkab Dukung MoU “Tambah Setrum” – KPC Gandeng PLN Kelola Excess Power

60 views
0

SANGATTA- Pemkab Kutai Timur (Kutim) mengapresiasi positif inisiatif PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam gerakan penambahan listrik guna menunjang operasional tambang produksi batu bara, sekaligus mengatasi “byarpet” (padam) listrik warga khususnya di Sangatta Utara dengan kelebihan listriknya. Dengan Menggandeng perusahaan BUMN yakni PT PLN dalam penjualannya.

Bupati Ismunandar bahkan menyaksikan langsung penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) penjualan dan pembelian listrik lebih (Excess power) PT KPC dengan PT PLN wilayah Kaltimra, Selasa (14/3/2017) di Power Plant 3 x 18 MW Tanjung Bara Coal Terminal, Sangatta Utara.

Turut hadir mendampingi Ismunandar, Sekretaris Kabupaten (Seskab) Irawansyah, Kasdim 0909/Sangatta Mayor Inf Syawaluddin, Chief Operating Officer PT KPC Muhammad Rudy, General Manager (GM) PT PLN Rustamaji, GM Coal Processing & Handling PT KPC Poltak Sinaga. Berangkat dari meningkatkan kapasitas alat existing dan menambah peralata-peralatan baru penunjang serta infrastruktur dalam menambah operasional PT KPC solusinya menyewa beberapa pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Bupati Ismunandar menyebut PT KPC telah bergerak maju mengandeng pihak stakeholder lain, yaitu PT PLN. Hal ini menandakan satu langkah kemajuan penyediaan jaringan listrik tambahan. Sebagai contoh sebelumnya sudah ada 5 kecamatan yang sudah dialiri Excess Power dari pabrik kelapa sawit.

“Dalam kesempatan ini, saya minta kepada GM PT PLN Rustamaji realisasikan di PT Telen mengaliri listrik di Desa Mata Air dan Bukit Permata Kecamatan Kaubun. Karena tahun ini di anggarkan untuk item jaringan melalaui APBD menunjang Excess Power dari PT Telen. Kemarin saya di telpon juga mendapatkan informasi dari Gubernur Awang Faroek Ishak (AFI), kata beliau di Maloy akan dibangun 2 x100 MW. Mudah-mudahan ada dukungan dengan PT KPC terutama dalam bahan bakunya. Semua perusahaan mempunyai bentuk perhatian besar terkait kelistrikan di Kutim,” katanya.

Ismu menambahkan upaya PT KPC menggandeng PT PLN sangat berguna dalam mengatasi byarpet di Kutim. Dalam MoU Excess Power ini sekaligus melengkapi penyediaan daya setrum keseluruh kecamatan. Lewat 3 x18 MW, Pemkab terus gencar dalam upaya dukungan efektif seluruh warga Kutim menikmati listrik. Orang nomor satu di Pemkab Kutim itu juga sepakat bahwa pemenuhan listrik menggunakan PLTD memerlukan biaya yang mahal.

GM Coal Processing & Handling PT KPC Poltak Sinaga mengatakan dari tahun ke tahun kebutuhan listrik meningkat. PT KPC dalam hal ini ingin menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel yang mahal tersebut. Karena Kutim mempunyai batu bara berlimpah, maka dari itu pihaknya mengajak bekerja sama PT Citra Kusuma Perdana (CKP) untuk melakukan pembangunan pembangki listrik tenaga uap (PLTU) baru. termasuk juga pemanjangan jaringan transmisi sejauh 25 Kilometer. Proses perancangan aspek mengenai stabilitas pembangkit dan kesiapan ukuran pembangkit yang ekonomis, akhirnya diputuskan membangun tiga unit PLTU yang masing-masing dapat menghasilkan listrik sebesar 18 MW.

“Diketahui dalam operasi normal ada Excess Power, nah hasilnya ini akan diekspor secara esternal PT KPC. Ini yang melatarbelakangi adanya MoU,” kata Poltak menjelaskan latar belakang program dimaksud.

Untuk diketahui penyelesaian pembangunan tiga unit PLTU ini dilakukan secara bertahap. Unit nomor satu sudah menghasilkan listrik tetapi masih dalam tahap positioning sejak Bulan Oktober lalu dan target Mei bisa langsung uji coba dengan beban maksimal 18 MW. Selanjutnya pihak KPC dapat menguruskan sertifikat layak operasi dan juga perizinan. Unit nomor dua tahapan positioning awal tahun ini dan diharapkan April sudah sinkron dengan kelistrikan PT KPC. Selanjutnya unit nomor tiga saat ini dalam tahap akhir pengecekan instalasi target Juli selesai. Terkait persiapan Excess Power PT KPC dan PT CKP juga membangun jaringan transmisi 70 Kp listrik, memanjang sejauh 5 Kilometer sampai ke gardu induk. Excess Power nantinya akan disalurkan ke jaringan PLN.

“Agustus mendatang semua perangkat listrik seluruhnya siap menyalurkan listrik secara bertahap sesuai kesepakatan. Dalam hal ini minta dukungan Bupati dalam perizinan dengan kementrian ESDM dan Provinsi Kaltim lancar. Sehingga persetujuan dan kontak dengan PLN dapat segera terwujud,” tutupnya . (hms13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here