Beranda Kutai Timur Peringatan Hari Jadi Kutim Momentum Instrospeksi Diri

Peringatan Hari Jadi Kutim Momentum Instrospeksi Diri

69 views
0

SANGATTA- Agenda tahunan Sidang Paripurna Istimewa I mendengarkan pidato bupati menjelang peringatan HUT ke-18 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) digelar di gedung DPRD,Selasa 10/10. Sidang Paripurna Istimewa ini dihadiri Wakil Bupati Kasmidi Bulang,Sekretaris Daerah Irawansyah, para anggota DPRD Kutim, pimpinan FKPD, pimpinan bank dan perusahaan serta organisasi masarakat dan pemuda.

Bupati Ismunandar dalampidatonya menegaskan bahwa peringatan hari jadi ke 18 Kutim ini adalah momentum instrospeksi diri agar fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu dapat dijadikan dasar dan pedoman dalam menjawab tantangan yang semakin besar,serta merancang strategi dan kebijakan yang lebih baik menuju Kutim sejahtera.

“ Inilah momentum yang tepat bagi para stakeholder (pemangku kepentingan) di Kutim untuk bersinergi bersama melalui kerja keras,kerja ikhlas,kerja cerdas fokus dan tuntas.Tanpa kerjasama semua pihak sulit mewujudkan cita-cita pembangunan yang sudah disusun bersama,” tegasnya.

Dalam menyusun program pembangunan jangka menengah 2016-2021 Pemkab Kutim berpedoman pada azas kesinambungan dengan berdasarkan sudut pandang dan komitmen antara lain memposisikan masyarakat sebagai subyek pembangunan, kedua, secara konsisten tetap menjadikan agrobisnis dan agroindustry sebagai tumpuan daerah dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan ekosistem. Ketiga menjadikan pembangunan pedesaan sebagai fokus pembangunan melalui Gerakan Pembangunan Desa Mandiri Terpadu ( Gerbang Desa Madu) bukan wilayah perkotaan sesuai dengan nawacita Presiden Jokowi.Keempat menyinergikan potensi antar lintas pemangku kepentingan dari kalangan akademisi,bisnis,masyarakat dan pemerintah.Kelima menjadikan kearifan lokal sebagai katalisator pembangunan.Bupati Ismunandar juga menyampaikan visi pembangunan Kutim yakni Terwujudnya Kemandirian Kutim melalui pembangunan agrobisnis dan agroindustry sementara strateginya anatara lain.

Meskipun diterpa deficit keuangan dua tahun ini, Kutim masih sanggup menorehkan beberapa prestasi diantaranya ,turunnya angka kemiskinan dari 9,31 persen 2015 menjadi 9,16 persen 2016.Naiknya indeks pembangunan manusia dari 70,76 poin pada 2015 menjadi 71,10 poin.Berikut naiknya angka harapan hidup naik 72,39 pada 2015 menjadi 72,45 poin.Angka harapan lama sekolah meningkat dari 12,43 pada 2015 menjadi 12,44 pada 2016.Selain itu juga terjadi peningkatan pembangunan infrastruktur jalan, air dan listrik. Jaringan jalan terbangun hingga 2016 sepanjang 1.105,76 kilometer,instalasi air bersih sudah terbangun di 16 ibukota kecamatan yang bisa melayani 92 desa dari 141 desa di Kutim.49 lainnya akan menggunakan Pamdes berbasis masyarakat.Listrik sudah menyala di seluruh desa baik menggunakan PLN maupun non PLN.29 desa dilayani PLN sedangkan sisasnya non PLN.Rasio elektrifikasi KK berlistrik sebesar 76 persen di 2016 sebelumnya hanya 24 persen. Sementara pembangunan produktifitas komoditi unggulan meningkat.Padi sawah pertanian 49,26 kwintal per hektar,padi ladang 25,34 kw per hektar menjadi 25,37 kw per hektar.Jagung 21,38 kw per hektar naik jadi 21,53 kw per hektar. Ubi kayu 2015 139,78 kw per hektar naik menjadi 140,54 kw per hektar. Produksi karet 628,49 ton, 866,70 ton, kelapa sawit 2016 sebesar 6,25 juta ton,lada 79,59 ton menjadi lada 113,70 ton per hektar demikian juga produksi kelapa dan aren terus meningkat.

Selain prestasi tersebut Kutim juga berhasil meraih prestasi dalam pelaksanaan administarsi pemerintahan sebagai berikut terbaik kesatu bidang perkebunan tingkat provinsi Kaltim,meraih predikat WTP dua tahun berturut-turt dari BPK RI, penghargaan kabupaten paling potensial dalam pengembangan infrastruktur, penghargaan dalam bidang K3 dari Kementerian Tenaga Kerja,Penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Kementerian Perhubungan RI,Penghargaan dalam bidang Perencanaan Daerah dari Kementerian Dalam Negeri RI,Penghargaan dari Kemnen PAN-RB dalam LAKIP dengan nilai B,kemudian dari Kementerian dariKementerian Kebudayaan RI dalam usaha pelestarian budaya daerah dan masih banyak lagi.

Meskipun ada banyak prestasi tetapi tantangan pembangunan juga harus dihadapi antara lain konektifitas antar wilayah, pemerataan air bersih,pembangunan sector agribisnis dan agroindustry terutama hilirisasi belum optimal. “ Komitmen yang kuat dari seluruh stakeholder merupakan kunci menghadapi tantangan pembangunan,” ujarIsmu.(hms4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here