Beranda Kutai Timur Realisasikan Janji Kampanye Demi Pemekaran Daerah

Realisasikan Janji Kampanye Demi Pemekaran Daerah

84 views
0

SANGATTA– Setelah melalui proses yang panjang Dusun Meratak di Kecamatan Bengalon akhirnya diresmikan menjadi Desa Persiapan Tepian Budaya. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kutim Ismunandar yang pada kesempatan itu pula turut mengukuhkan Pengurus Lembaga Adat Desa dan Forum Komunikasi Lintas Etnis Nusantara (KLEN). Peresmian dilaksanakan Selasa (23/1/2018) di Kantor Desa Persiapan Tepian Budaya, Dusun Meratak, Kecamatan Bengalon.

Sebelumnya Bupati datang didampingi sang Isteri Ny Encek UR Firgasih tiba sekitar pukul 10.30 Wita. Rombongan disambut dengan meriah oleh ratusan masyarakat dan tarian tradisional adat Dayak dan Kutai.

Sebelum prosesi peresmian dan pengukuhan tokoh adat, Bupati Ismunandar mengatakan, pembentukaan desa sebagai salah satu upaya untuk menjaga hutan dan budaya di sekitar desa. Maka dari itu Bupati mengintruksikan beberapa Kepala OPD seperti Kepada Dinas Permukiman dan Perumahan untuk memasukan perencanaan Desa Tepian Budaya sebagai kawasan Desa Budaya. Agar dapat melestarikan budaya dan kawasan hutan di desa tersebut.

“Kalau kepala desa ingin Tepian Budaya menjadi kota, saya justru sebaliknya menginginkan agar kita tetap menjaga dan melestarikan hutan ini. Kalau nanti sudah direncanakan sesuai dengan namanya Desa Tepian Budaya, kedepan kawasan hutannya kita tanami tanaman-tanaman langka khas Kaltim dan Kutim. Serta dilengkapi untuk atraksi budaya khas kita,” ujar orang nomor satu di Pemkab Kutim itu diacara yang dihadiri ratusan masyarakat tersebut.

Selanjutnya dihadapan Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan rakyat Mugeni, beberapa Kepala SKPD, Camat Bengalon Ahmad, Kades Tepian Langsat Zeky Hamzah, para Kades di Kecamatan Bengalon serta tokoh agama dan adat Ismu juga berjanji akan terus meningkatkan pembangunan infrastruktur desa. Seperti jalan desa yang programnya sudah masuk pada perencanaan. Namun ia meminta maaf kepada masyarakat karena program itu harus tertunda karena Kutim masih pada kerangka defisit.

“Walaupun kondisi keuangan yang minim pembangunan infrastruktur terus berjalan, bertahap namun terus ditingkatkan. Semoga segera mungkin anggaran dapat pulih kembali,” harapnya.

Selain itu menjelang pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres), Pengurus Lembaga Adat Desa dan Forum KLEN diminta selalu mendukung pemerintah dalam menciptakan suasana lingkungan yang kondusif. Berikutnya Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) diminta membangun gerai bagi masyarakat agar dapat menjual hasil kerajinan budaya seperti cinderamata dan alat musik.

Kepala Desa Tepian Langsat Zeky Hamzah saat menyampaikan laporan mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bupati beserta Isteri dan rombongan. Zeky berharap dengan diresmikannya Desa Persiapan Tepain Budaya, masyarakat dapat lebih berbudaya dan tidak terkotak kotak.

“Bangsa kita adalah bangsa yang berbudaya, Desa Tepian Langsat sudah melahirkan lagi satu anak yaitu Desa Persiapan Tepian Budaya, Semoga dengan adanya desa ini kita dapat berbudaya dan tidak terkotak-kotak. Terus menjujung tinggi Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.

Zeky menambahkan Forum KLEN dibentuk untuk saling menjaga keharmonisan dan kondisifitas antar etnis masyarakat. Agar tidak terjadi konflik antar desa, terutuma menjelang Pilgub dan Pilpres. Gagasan pembentukan forum tentunya demi keamanan Desa Tepian Langsat dan Desa Persiapan Tepian Budaya. Mengatisipasi konflik dan perpecahan. Berdasarkan latar belakangnya, Tepain Langsat telah melakukan beberapa kali pemekaran desa. Setelah peresmian Desa Persiapan Tepian Budaya dengan melihat wilayah Desa Tepian Langsat yang sangat luas, Zeky berharap kedepan Tepian Langsat dapat menjadi sebuah Kecamatan.

Camat Bengalon Ahmad menambahkan, slogan Kecamatan Bengalon yakni “Membangun Bersama” merupakan implementasi kolaborasi seluruh stakeholder. Mulai dari Pemerintah Kecamatan, Desa, masyarakat hingga perusahaan.

“Desa Persiapan Tepian Budaya semoga menjadi titik awal untuk terus membangun dan meningkatkan yang sudah ada,” kata Ahmad.

Penyerahan Surat Keputusan pembentukan Desa Persiapan oleh Camat Bengalon kepada Kades Tepian Langsat serta pemberian bantuan perlengkapan kantor oleh Bupati kepada Desa melengkapi acara hari itu. Berikutnya Bupati Ismunandar juga menandatangani prasasti dan membuka tirai selubung papan nama desa, serta pemotongan pita Sekretariat Desa. Dilanjutkan peninjauan kantor oleh Bupati didampingi Isteri, camat dan Kades Tepian Langsat serta para Kepala SKPD.

Perlu diketahui peresmian Desa Persiapan Tepian Budaya merupakan salah satu janji kampanye Bupati kepada masyarakat Dusun Meratak. Bertujuan untuk meningkatkan status dusun menjadi desa. Sehubungan hal itu pula, dirinya berpesan kepada masyarakat untuk menjaga kantor desa yang telah diresmikan demi persiapan menuju desa defenitif. Desa Persiapan Tepian Budaya mulanya adalah Dusun Meratak, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon. Pemekaran Desa ini didasari pada Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2017 Tentang Pembentukan Desa Persiapan Kelinjau Tengah di Kecamatan Muara Ancalong, Desa Persiapan Parianum di Kecematan Muara Bengkal, Desa Persiapan Tepian Madani dan Desa Persiapan Meratak (Tepian Budaya) Di Kecamatan Bengalon. (hms10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here