Beranda Pariwisata Maksimalkan Rencana Induk Kulat – Komitmen Kelola Karst Berkelanjutan

Maksimalkan Rencana Induk Kulat – Komitmen Kelola Karst Berkelanjutan

160 views
0

SANGATTA-Hasil kajian terbaru di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat (Kulat) perlu dijadikan dasar dalam perencanaan induk pengelolaan kawasan.

Hal ini pun menjadi topik bahasan utama dalam Forum Discussion Grup (FGD) gelaran Kelompok Studi Geografi UGM Yogyakarta bersama sama dengan Tropical Forest Conservation Action For Kalimantan (TFCA), Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Badan Geologi Kementerian Energi dan SDM, Pemprov Kaltim, dan Pemkab Kutim di Pelangi Room, Hotel Royal Victoria, Selasa (6/11).

FGD langsung dibuka Wabup Kasmidi Bulang dihadiri Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim Encek Riffadin, ahli karst dari UGM Eko Haryono, peneliti karst ITB Bandung Pindi Setiawan, dan sejumlah undangan mulai dari perwakilan perusahan yang berbatasan dengan kawasan kulat, serta mahasiswa.

Dalam arahannya, Wabup Kasmidi mengatakan Kutim dijuluki menara 1.000 karst terus berkomitmen dalam pengelolan karst adalah sifatnya mutlak.

“Dari FGD ini bisa menghasilkan data dan informasi kebijakan sebagai bahan penyempurnaan kulat untuk dapat mendorong status konservasi karst yang lebih tinggi dengan pemanfaatan ekosistem karst secara optimal dan good governance,” jelasnya.

Ditambahkan Kasmidi dari FGD ini bisa juga menghasilkan master plan tentang bentangan kulat. Sasarannya dapat teridentifikasi nilai penting kulat dalam hal biodiversitas (keanekaragaman hayati). Memberikan gambaran rencana pengembangan konservasi dan pemanfaatan ekosistem.

“Setelah itu ada, bisa menyusun rencana induk yang dapat menjadi pedoman bagi seluruh masyarakat maupun stakeholder. Selanjutnya lingkupnya bisa bermanfaat dalam pembuatan arahan dan strategi pengembangan sektor pariwisata, pertanian, dan industri yang dapat digunakan dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian,” ujarnya.

Diskusi ini juga sekaligus membentuk tim yang bertugas melakukan kajian lebih dalam terkait dampak lingkungan maupun regulasi. Sehingga lahir rekomendasi yang tepat sebagai dasar pengelolaan karst yang nantinya ditujukan ke kementerian ESDM. (hms13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here