Beranda Kutai Timur Walau Kawasan Terbatas – Teluk Pandan Bisa Maksimalkan Potensi

Walau Kawasan Terbatas – Teluk Pandan Bisa Maksimalkan Potensi

64 views
0

Suasana Musrenbangcam Teluk Pandan di Kantor Camat, Kamis (202/2/2019). (Foto: Fuji Humas)

TELUK PANDAN – Sehari setelah membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) di Bengalon, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Seskab Kutim Rupiansyah mewakili Bupati Kutim H Ismunandar, kembali membuka kegiatan serupa di Teluk Pandan, Kamis (21/2/2019).

Dalam arahannya, Rupi, sapaan akrab Rupiansyah, meminta agar seluruh aparatur dan masyarakat bisa memaksimalkan pembangunan dengan sumber daya yang ada. Maklumlah di Teluk Pandan gerak pembangunan memang terbatas karena menyatu dengan Taman Nasional Kutai (TNK).

“Potensi yang bisa dikembangkan di Teluk Pandan bisa dengan menggalakkan home industri. Karena jika mengembangkan sektor lain seperti pertanian dan perkebunan maka dibutuhkan koordinasi serta rekomendasi dari TNK,” jelas Rupi dihadapan ratusan undangan yang hadir di Kantor Camat Teluk Pandan.

Alasan Rupi manyampaikan saran dimaksud tak lain karena belajar dari pengalaman sebelumnya. Kebanyakan strategi pembangunan pertanian dalam arti luas tidak mendapat rekomendasi dari Balai TNK. Namun demikian, dia meminta agar enclave yang sudah ditetapkan, diharapkan tetap menjadi peluang pembangunan di Teluk Pandan. Dengan kata lain, masyarakat diminta tetap semangat membangun kendati dengan anggaran dan wilayah yang terbatas.

Akselerasi pembangunan saat ini sangat bisa direalisasikan lebih cepat. Dulu, kata Rupi, ada Program Pembangunan Wilayah Kecamatan (PPWK) era Kabupaten Kutai dengan kewenangan sampai kecamatan. Namun sekarang kewenangan hingga ke desa melalui regulasi baru. Dengan begitu pembangunan desa bisa dilaksanakan lebih cepat.

Menurut Rupi, Teluk Pandan merupakan pintu gerbang sebelum memasuki Kabupaten Kutim. Tentunya infrastruktur perlu ditingkatkan. Tak hanya itu sektor pertanian juga perlu dibangun dengan koordinasi bersama Balai TNK. Bahkan pengembangan sektor pariwisata memanfaatkan kawasan TNK dan sekitarnya.

“Berada di TNK yang memiliki hutan dilindungi, bukan berarti tidak ada pembangunan,” sebut mantan Kepala Bappeda Kutim tersebut.

Selain itu pula yang tak kalah penting, upaya peningkatan pengairan dan pengadaan air bersih mesti menjadi prioritas. Sebab di Teluk Pandan masalah air selalu menjadi kendala utama yang terjadi. Letak geografis strategis di wilayah perbatasan hendaknya dimaksimalkan. Apalagi wilayah Teluk Pandan juga lebih luas daripada Kota Bontang. Terakhir Rupi meminta dengan kucuran Dana Desa (DD) dari Pusat, Alokasi Dana Desa (ADD) dan tambahan Rp 1 Miliar untuk percepatan program Gerbang Desa Madu mulai tahun 2020, bisa dimaksimalkan Kades untuk pembangunan desa.

Camat Teluk Pandan Amir melaporkan, Musrenbangcam Teluk Pandan 2020 mengusung tema “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Unggulan”. Menghadirkan para Kades dan RT, masyarakat serta perwakilan manajemen perusahaan disekitar Teluk Pandan.

“Kami berusaha membatasi program prioritas ditiga bidang, tapi usulan desa dari RT tak terbendung, jadi tetap disampaikan,” ujar Amir dihadapan Anggota DPRD Kutim dapil Teluk Pandan, para pejabat lingkup Pemkab Kutim, Kades dan Ketua RT serta undangan lainnya.

Sebelumnya, sambung Amir, Musrenbang sudah dilaksanakan dari tingkat desa dengan melibatkan RT. Seluruh peserta dari RT sangat antusias. Teluk Pandan saat ini terus mencoba meningkatkan komoditas unggulan seperti aren genjah sebagai ikon. Namun usulan pembangunan masih konsentrasi pada pembangunan infrastruktur. Terutama yang sempat disampaikan tahun sebelumnya, namun belum terealisasi. (hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here