Beranda Food Semarak Ramadan di Town Hall, 25 Stan Pasar Berdiri – Takjil Tradisional...

Semarak Ramadan di Town Hall, 25 Stan Pasar Berdiri – Takjil Tradisional Masih Favorit

200 views
0

CARI SANTAPAN BERBUKA: Suasana Pasar Ramadan Town Hall jadi lokasi berburu takjil warga untuk menu buka puasa ketika dijepret pada Rabu (8/5/2019). (Foto : Irfan humas)

SANGATTA-Setiap tahun di Bulan Ramadan Town Hall di kawasan Sangatta Baru, kerap menjadi langganan umat muslim berburu kue (takjil). Ya, sebanyak 25 stan pasar ramadan bertenda kerucut berdiri megah di area yang berdekatan dengan kompleks Perumahan Panorama PT Kaltim Prima Coal (KPC). Tempat strategis ini pun menjadi tujuan warga mencari kebutuhan berbuka puasa bersama keluarga di rumah sambil hangout (jalan-jalan) menunggu waktu berbuka (ngabuburit).

Hingga hari ketiga Ramadan, Rabu (8/5/2019), Town Hall berubah menjadi  pasar dadakan yang cukup ramai pasalnya dijejali pengunjung. Dari pantauan terlihat penjual menjajakan panganan basah maupun kering yang siap disantap, saat adzan magrib berkumandang.

Warga yang sebagian besar tinggal di kawasan Bukit dan Lembah, Desa Swarga Bara itupun tak sulit mencari takjil. Banyak pilihan jajanan yang djual. Mulai kue tradisional yang basah atau kering, lauk pauk, sayur. Kolak, minuman dingin seperti es campur, gorengan, hingga makanan andalan berbuka seperti buah kurma.

Lokasi ini buka mulai pukul 17.00 Wita hingga 18.00 Wita. Salah seorang pedagang takjil yaitu Sri, mengaku hampir tiap tahun turut serta menjajakan dagangannya di sini. Dibantu anaknya, dirinya sudah berjualan di Pasar Ramadan Town Hall Swarga Bara sudah lima tahun dan tak pernah absen.

“Sudah setiap tahun mas saya berjualan di sini. Sebab Ramadan menjadi momen istimewa untuk berjualan takjil karena menambah penghasilan membantu memenuhi kebutuhan lebaran,” kata Sri.

Disinggung mengenai takjil favorit warga untuk berbuka masih kue lapis amparan tatak rajanya. Rasanya yang manis dan khas tetap menjadi kesukaan warga. Kue tradisional ini tetap menjadi pilihan utama warga. Harganya berkisar mulai Rp 25 Ribu hingga Rp 50 Ribu per loyang.

Sementara itu, salah seorang pengunjung yaitu Mujiono mengaku keberadaan Pasar Ramadan Swarga Bara sangat membantu. Dia menyebut makanan dan minuman yang dijajakan cukup lengkap. Sehingga ia tak perlu susah-susah membuat makanan sendiri. Karena semua sudah tersedia. Selain harganya relatif murah, rasanya lezat. Ia mengaku hampir tiap tahun berburu kuliner di Pasar Ramadan ini.

“Tiap Ramadan kalau mau cari bukaan ya ke sini sama istri. Walaupun jaraknya cukup jauh, saya selalu membeli takjil di Town Hall karena sudah terlanjur jatuh hati tempatnya yang bersih,” pungkas pria yang berprofesi sebagai maintenance PT KPC yang tinggal di kawasan Gang Guna Jaya Sangatta Lama. (hms13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here