Beranda Pemerintahan Bupati Sambut Rombongan Tim Teknis Economic Development Board (EDB) Singapura

Bupati Sambut Rombongan Tim Teknis Economic Development Board (EDB) Singapura

59 views
0

Bupati Kutim H Ismunandar Foto bersama dengan Rombongan Kemenko Bidang Perekonomian dan Economic Development Board (EDB) Singapura. (Foto: Jani Humas)

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ismunandar, menerima kunjungan kerja (Kunker) dari Tim Teknis Economic Development Board (EDB) Singapura, Kamis (18/7/2019), di Ruang Tempudau, Kantor Bupati, Bukit Pelangi, Sangatta Utara.

Maksud kunjungan tersebut yakni ingin memperesentasikan Bantuan Teknis Economic Development Board (EDB) Singapura untuk Pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) dan akan terjun langsung ke Kawasan KEK MBTK untuk melaksanakan pengkajian.

Turut hadir Co-Director Associate Professor of Public Policy Asia Competitiveness Institute, Tan Khee Giap Ph.D, Perwakilan Kemenko Bidang Perekonomian Edib Muslim serta Asisten Pemkesra Setkab Kutim Suko Buono dan sejumlah kepala OPD.

Kepala Bidang (Kabid) Perizinan Dinas PMPTSP Kutim, Saiful Akhmad, melaporkan bahwa dari pemaparan dan informasi KEK  terkoneksi beberapa KEK diluar Indoensia. Sebagai sebuah mitra KEK akan terhubung dengan KEK diluar negeri.

“Maka mereka harus melakukan kesamaan mengenai tata cara maupun tata operasional.

untuk melakukan standarisasi atau bantuan teknis dari sisi regulasi lintas negara maupun sisi infrastruktur maupun sistem,” jelas Saiful.

Hal itu diungkap pula oleh Perwakilan Kemenko Perekonomian Edib Muslim, bahwa KEK MBTK sudah mendapat perhatian sejak 2007 dan baru masuk manjadi proposol pada akhir 2013. KEK MBTK dibidik sebagai salah satu KEK yang berperan secara global.

“Kenapa KEK MBTK ini penting, karena letakanya pas dipinggir selat Makassar, hubungannya kalau jualan ke Cina, Korea, Japan barang yang dibutuhkan disini banyak seperti batu bara pombesmetan, kayu kelapa sawit. Oleh karena itu  bagaimana cara mengakselerasi ini. Karena tanggung jawabnya besar kita harus mengejar omset minimal sekitar USD 1,97 Miliar berdasarkan komoditi yang dijual. Apalagi menurut Bappenas tahun 2025 harus mencapai sekitar 6.712 USD kalau tidak kita bisa ketinggalan sama Vietnam dan Laos ,” terang Edib Muslim.

Sementara itu, Bupati Kutim H Ismunandar mengatakan, melalui proses panjang sudah merampungkan sertifikasi lahan KEK MBTK dengan luas sekitar 500 hektare. Termasuk pelabuhan,  pasokan lstrik dari PLN, air bersih dari PDAM dan banguan kantor yang sudah siap.

“Kami berfikir sudah hebat dan siap jalan, ternyata menjalankan tidak mudah. Ternyata ada regulasi yang harus diatur, harus kita sepakati. Jadi kami bersyukur dengan adanya kajian ini. Kalau kami yang melihat dari sisi kami sudah siap dari segi gedung kantor internetnya juga sudah ada. Semua sudah, tapi kok masih belum jalan,” ungkapnya.

“Kita harapkan kehadiran pak Tan untuk Kaltim bisa melihat kekurangan yang ada. Agar KEK MBTK bisa langsung running. karena begini, sudah banyak yang berminat tinggal menunggu peraturan sewa lahan saja. Inilah kita ingin percepatan dikawasan ini,” tambah Bupati Kutim H Ismunandar. (hms10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here