Beranda Kutai Timur Kebakaran di Gudang Dinkes – Arsip Penting Hingga Kendaraan Ikut Ludes

Kebakaran di Gudang Dinkes – Arsip Penting Hingga Kendaraan Ikut Ludes

79 views
0

Gudang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Foto: Wahyu Humas)

SANGATTA-Musibah kebakaran yang terjadi di Gudang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur sekitar pukul 21.20 Wita yang terjadi Selasa (3/7/2019) cukup mengagetkan PNS, TK2D, maupun masyarakat yang ada di kawasan Bukit Pelangi. Secara cepat, informasi foto dan video kebakaran menyebar di pesan Whats Up. Kejadian itu pun menyebabkan Dinkes mengalami kerugian cukup besar yaitu hangusnya beberapa arsip penting dan beberapa barang inventaris seperti komputer dan kursi.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Bahrani Hasanal menerangkan kejadian terbakarnya gudang menurut wakar Dinkes yang berjaga diduga akibat terjadinya korsleting arus listrik.

“Sementara tengah dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian. Kerugian akibat musibah  ini seperti berkas-berkas adminitrasi, aset berharga seperti 1 unit kendaraan roda 2 milik Bidan dari Muara Bengkal yang dititipkan di Gudang Dinkes turut hangus. Ada juga 2 unit komputer, 1 proyektor, dan sekitar 60 kursi untuk kegiatan turut terbakar,” jelasnya.

Bahrani menambahkan untuk obat-obatan dipastikan aman pasalnya tidak berada di Gudang Dinkes Bukit Pelangi yang terbakar tetapi disimpan di Gang PLN, Jalan APT Pranoto.

“Tidak ada obat-obatan hanya arsip dan barang inventaris yang hangus. Untuk alat kesehatan juga aman tidak terkumpul dalam satu gudang,” bebernya.

Bahrani menuturkan terjadinya musibah ini akan menjadi evaluasi kedepan Dinkes yaitu bakal meninjau ulang standar instalasi listrik yang sudah terpasang pasalnya kejadian ini jangan sampai terulang.

“Dikarenakan gedung-gedung yang sudah tua seperi Gedung Dinkes Kutim ini memang juga perlu perhatian serius. Dinkes juga berharap kedepan mendapat bangunan baru untuk gudang atau paling tidak anggaran dalam pemeliharan,” tandasnya.

Sementara itu, menurut keterangan Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menjelaskan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran dengan meminta keterangan sejumlah pihak terutama saksi mata saat api berkobar.

“Tim masih kroscek lapangan mengumpulkan data apa kemungkinan disebabkan korsleting listrik atau ada dugaan lainnya,” ungkapnya.

Kebakaran yang membuat warga Bukit Pelangi, geger itu, baru bisa dipadamkan sekitar 45 menit setelah PMK Kutim mengerahkan 7 unit mobil Damkar, dibantu 2 unit dari PT KPC dan 1 unit Damkar PT Pertamina. (hms13/hms7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here