Beranda Kutai Timur Ponton Sangatta Bakal Jadi Kearifan Lokal – Warga Sepakat, Jembatan Dibangun

Ponton Sangatta Bakal Jadi Kearifan Lokal – Warga Sepakat, Jembatan Dibangun

401 views
0

Ponton Sengatta Selatan (foto: Dokumen Humas)

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) telah mencapai kesepakatan bersama warga rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan di dermaga perahu ponton. Tidak sampai disitu saja, ponton juga bakal dijadikan kearifan lokal sebagai modal masyarakat untuk pertumbuhan ekonomi warga sekitar. Jadi, nantinya akan ada jembatan untuk mempermudah askes penyeberangan dipadukan dengan ponton sebagai salah satu alat transportasi terdahulu menjadi ikon wisata budaya masyarakat ditambah lagi, dengan progam kampung warna-warni yang dipusatkan dipemukiman Masabang (Sangatta Selatan) .

Wakil Bupati (Wabup) H Kasmidi Bulang menyampaikan warga pemilik lahan dan usaha perahu ponton setempat sudah sepakat dan menandatangani persetujuan hak ganti rugi dari pemerintah daerah. Dalam hal itu, mengenai permintaan warga untuk menaikan harga ganti rugi lahan jembatan. Ia mengungkapkan Pemkab sendiri, telah menggunakan tim apresial independen untuk menghitung segala biaya ganti rugi yang harus dibayarkan.

“Sehingga Pemkab tidak bisa menaikan harga sesuai permintaan warga yang bersangkutan. Namun dengan beberapa alasan kebijakan Pemkab tetap mendukung masyarakat, sampai akhirnya usulan ganti rugi yang kurang lebih menghabiskan 2 miliar rupiah tersebut dapat disetujui,” ucap Kasmidi.

Kendati demikian, ponton yang sudah lama beroperasi sebagai alat transportasi penyeberangan dijalur sungai Sangatta Selatan bakal menjadi kearifan lokal. Kasmidi mengatakan ponton dapat menjadi kearifan lokal yang menghasilkan sumber ekonomi. Contohnya dengan menjadikan ponton sebagai sarana swafoto masyarakat atau hal kreatif lainnya.

“Walapun nantinya jembatan penghubung dibangun, kita tetap tidak menghilangkan ponton. Ponton dapat menjadi kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan postif lainnya,” tambah Kasmidi, ditemui seusai memimpin rapat Coffe Morning, Ruang Meranti Kantor Bupati, Senin (15/7/2019).

Dirinya juga menambahkan program kedepannya daerah pemukiman Masabang (Sangatta Selatan)  bakal disulap menjadi kampung warna-warni, agar dapat menarik perhatian masyarakat yang ada maupun wisatawan yang ingin berkunjung.

“Terkait program tersebut, saya (Pemkab Kutim) sedang mencoba membangun komunikasi dana CSR (Corporate Social Responsibility) kepada salah satu Perusahaan cat nasional, Semoga bisa terwujud,” tutupnya.(hms7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here