Beranda Uncategorized Rakor Karhutla Kutim, Hasilkan 7 Rumusan Antisipasi

Rakor Karhutla Kutim, Hasilkan 7 Rumusan Antisipasi

58 views
0

Kepala BPBD Kutai Timur, Syafruddin memaparkan program kegiatan mengantisipasi Karhutla di Kutim. Foto: Vian Humas

SANGATTA- Antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) menggelar rapat koordinasi peningkatan kesiapsiagaan percepatan pengendalian karhutla, Selasa (27/8/2019) di Ruang Meranti Kantor Bupati.

Dalam rakor ini ada 7 hasil rumusan yang disepakati untuk ditindaklanjuti. Pertama Pemkab Kutim siap menanggulangi Karhutla, kedua setiap satuan kerja baik pemerintah maupun non pemerintah di wilayah kecamatan wajib melakukan langkah- langkah preventif (pencegahan) di bawah koordinasi camat, Polisi Sektor (Polsek) dan Komandan Rayon Militier (Danramil). Kemudian setiap pengelola kawasan wajib membentuk organisasi pengendalian karhutla dan wajib mengikutsertakan anggotanya di dalam pelatihan yang diseleggarakan BPBD Kutim. Berikutnya setiap unit usaha wajib turut serta menanggulangi karhutla yang terjadi di sekitar wilayahnya. Penetapan system operational procedure (SOP) di lapangan dan sinkronikasi format pelaporannya. Selanjutnya, BPBD Kutim secara periodik melakukan koordinasi, supervisi, monitoring dan evaluasi program dan penanggulangan karhutla, serta penetapan status siaga darurat Karhutla sebuah kawasan harus berdasarkan data BMKG.

Sementara itu Kepala BPBD Kutim, Syafruddin menegaskan akan melaksanakan 4 atensi Presiden RI Joko Widodo yang disampaikan dalam rakornas Karhutla di Jakarta beberapa waktu lalu diantaranya memprioritaskan pencegahan melalui patroli dan deteksi dini, penataan ekosistem gambut agar tetap basah, membuat embung yang tahan kemarau, segera padamkan api jangan sampai membesar, penegakan yang tegas dan konsisten terhadap pelanggar hukum.

“Dari pengamatan yang dilakukan BPBD Kutim, mulai Februari hingga Agustus 2019 ini terjadi 16 kejadian kebakaran lahan di beberapa kecamatan seluas 26,45 hektar. Kami sudah melakukan antisipasi dengan patroli terpadu, pemantauan spot api, pemadaman langsung di lokasi, membuat laporan secara berkala, memberi arahan langsung kepada pelaku pembakaran, mengimbau masyarakat melalui media cetak dan sosial, sosialisai ke desa dan memasang rambu- rambu waspada karhutla,” jelas Syafruddin.

Sementara itu Kepala Stasion BMKG Balikpapan Ibnu Sulistyono yang menjadi narasumber menjelaskan dari Mei hingga Agustus 2019 bahwa titik panas terbanyak di Kutim ada di Kecamatan Bengalon dengan 21 titik panas, Kongbeng 16, Muara Ancalong, Rantau Pulung 12, Telen, Muara Bengkal dan Kaliorang 8, Busang 6,Muara Wahau 5, Teluk Pandan 4, Sangatta Utara 2 dan Sangatta Selatan 1 titik panas.

“Senantiasa waspada potensi Karhutla selama musim kemarau ini dengan sikap bijaksana dalam penggunaan air, tidak melakukan pembakaran hutan saat membuka lahan, tidak membuang rokok di sembarang tempat, rencanakan kalender tanam dengan baik, cepat tanggap jika terjadi kebakaran di sekitar lahan atau perkebunan dengan melapor ke pihak berwajib atau call center (pusat aduan) 0811 5471145,” ujar Ibnu Sulistyono. (hms4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here