Beranda Sosial & Kesehatan Jaga Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini ! – Orang Tua Berperan Penting

Jaga Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini ! – Orang Tua Berperan Penting

571 views
0

Bunda PAUD Kutim Hj Encek UR Firgasih membagikan bingkisan kepada para siswa PAUD di Kecamatan Sangatta Selatan usai kegiatan Gerakan Minum Susu. (Foto: Jani Humas)

SANGATTA – Gigi merupakan salah satu bagian yang sangat penting pada tubuh manusia. Gigi yang bermasalah dapat menyebabkan gangguan bicara, makan, dan juga menyebabkan gangguan pada bagian tubuh lainnya. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan gigi mulut sangat penting dilakukan seblum terjadinya penyakit. Hal ini tersebut disampaikan bupati Kutim H Ismunandar dalam sambutan tertulis  yang dibacakan Staf Ahli bupati dr Merthen Luther saat membuka mini Workshop 2 Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kutim, Sabtu (31/8/2019), di BPU Kecamatan Sangatta Selatan.

Pada kegiatan bertema “Peranan Orang tua dalam menjaga kesehatan gigi anak pra sekolah” ini, Ismu menyampaikan bahwa pendidikan kesehatan gigi harus diperkenalkan sedini mungkin kepada anak agar mereka dapat mengatahui cara memelihara kesehatan gigi dan diharapkan orang tua juga ikut berperan.

“Peran orang tua terutama seorang ibu terhadap bagaimana menjaga kesehatan gigi, sangatlah penting dalam mendasari terbentuknya prilaku yang mendukung kebersihan gigi anak. Sehingga kesehatan gigi anak dapat terjaga baik,” pesan Ismu dalam sambutan tertulisnya.

Workshop mini yang diikuti para kaum ibu dan 80 siswa PAUD ini, diisi kegiatan penyuluhan, pemaparan materi tentang kesehatan gigi, talk show dan demo menyikat gigi. Dihadiri Bunda Paud Kutim Hj Encek UR Firgasih, Plt Kadisdik Roma Malau, Camat Sangatta Selatan Hasdiah, Ketua IDI Kutim dr Agung Wiratmoko Sp. Og perwakilan Dinkes kutim serta para kepala Paud dari 8 Paud di Kecamatan Sangatta Selatan. Acara tersebut juga dirangkai dengan Gerakan Minum Susu dan pemberian bantuan oleh Bunda Paud Kutim.

Sementara itu, Bunda PAUD Kutim Hj Encek UR Firgasih, mengungkapkan, karies gigi (gigi berlubang) masih menjadi salah satu masalah yang paling sering terjadi. Bukan hanya pada orang tua dewasa tetapi juga pada anak-anak. Apalagi pada usia anak prasekolah pemeliharan kesehatan gigi sang anak masih bergantung kepada orang tua terutama ibu sebagai orang terdekat.

“Beberapa penelitian menyebutkan bahwa 76,8 persen ibu anak balita memiliki peran yang kurang terhadap kesehatan gigi dan mulut anaknya dan 71,33 persen ibu tidak pernah memeriksakan gigi anak balitanya ke dokter gigi. Kerena beranggapan gigi susu hanya sementara dan akan digantikan dengan gigi permanen,” jelas Encek UR Firgasih yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kutim ini.

Untuk itu karies dapat dicegah secara dini yaitu dengan cara mengurangi konsumsi sukrosa berlebih seperti permen dan coklat, bimbingan orang tua dalam menjaga kebersihan gigi dengan cara menyikat gigi secara rutin dan teratur setiap hari. Guna menghindari kerusakan gigi anak dengan melakukan pemeriksaan berkala enam bulan sekali dan membersihkan gigi dilakukan sebelum anak tidur malam dan setelah makan pagi maupun siang.

Sebelumnya, Ketua PDGI Kutim drg Dwi Agustina mengatakan, untuk mendukung kegiatan pemerintah khususnya kesehatan gigi dan mulut, pemerintah sudah mencanangkan bebas karies pada tahun 2030. Untuk mewujudkan program tersebut, PDGI Kutim tentu terus mensupport apa yang telah dicanangkan pemerintah pusat dengan bekerja sama dengan PKK Kutim didukung oleh bunda PAUD, Dinas kesehatan dan Dinas Pendidikan.

“Mini workshop yang diselenggarakan PDGI Kutim hingga kini sudah mencakup 4 kecamatan di Kutim, yaitu Sangatta Selatan Sangkulirang, Bengalon dan Teluk Pandan. Dalam rangka melaksanakan pengabdian kepada masyarakat serta mendukung program pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” pungkas Dwi.(hms10)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini