Beranda Kutai Timur Kutim Jadi Penyangga IKN – Bupati Tak Keluarkan IUP

Kutim Jadi Penyangga IKN – Bupati Tak Keluarkan IUP

66 views
0

Saat Bupati Ismunandar didampingi Ketua DPRD Kutim talkshow bersama Margarahayu dari RRI Samarinda, Sabtu(12/10/2019).(Foto: Wahyu Humas)

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar secara tegas menyampaikan tidak pernah keluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP), karena hal tersebut berdampak pada lingkungan diwilayah Kutim. Adapun Kutim sudah siap menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN). Persiapan diawali pada sektor industri yakni persiapkan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK).

Ismunadar mengatakan selama ini terus mengembangkan sektor agrobisnis dan agroindustri sesuai dengan visi misi Gerakan pembangunan Desa Mandiri Terpadu (Gerbang Desa Madu). Alasannya, untuk pembaharuan Sumber Daya Alam (SDA) membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan sampai dengan ribuan tahun. Jika, seandainya SDA Kutim ini habis, dengan sektor tersebut yang menjadi solusinya.

“Maka dari itu kami (Pemkab Kutim) tidak pernah mengeluarkan IUP walaupun sekarang sudah menjadi (wewenang) provinsi. (Mulai dari lahan) yang 100-200 hektare karena semua itu berkaitan dengan lingkungan”, tegas Ismu saat talkshow bersama Margarahayu dari RRI Samarinda, diruang kerja Bupati Kutim, Kantor Bupati Kutim, Sabtu(12/10/2019).

Lelaki yang bergelar Pangeran Surya Praja itupun menerangkan Pemkab Kutim tetap fokus pada pembangunan agrobisnis dan agroindustri.

Pada kesempatan yang sama, Ismunandar mengatakan menyambut IKN Indonesia yang terletak diantara PPU dan Kutai Kertanegara, sebagai kepala daerah dirinya menyambut baik bahkan berkenaan dengan hal tersebut Kutim siap menjadi penyangga IKN.

” Kami (Kutai Timur) menjadi penyangga IKN. Dan kami sudah mempersiapkan KEK MBTK,” tegas Ismu sapaan akrab Bupati Kutim.

Ismu menambahkan KEK MBTK sebagai penyangga pengembangan IKN Indonesia. Mengingat pengalaman yang sudah terjadi seperti industri menjadi satu di kota metropolitan Jakarta. Hal tersebut yang membuat polemik dan sebagaian beban IKN.

“Jadi pelabuhan untuk ekonomi khusus itu sudah kita persiapkan tepatnya di Maloy,”tutup Ismu.(hms7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here