Beranda Umum & Ekonomi Tanker Lambat Sandar, Penyebab BBM Langka – Pertamina Pastikan Hari Ini Mulai...

Tanker Lambat Sandar, Penyebab BBM Langka – Pertamina Pastikan Hari Ini Mulai Normal

82 views
0

Suasana rapat koordinasi terkait kelangkaan BBM di Kutim di ruang pertemuan Polres Kutim, Jumat (1/11/2019). (Foto: Jani Humas)

SANGATTA- Jajaran Pemkab Kutim, Polres Kutim dan para pihak terkait menyikapi serius persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di wilayah Kutim dan kerap menyebabkan antrean panjang akhir-akhir ini. Semua pihak duduk bersama mencoba mengurai permasalahan demi mencari solusi. Rakor digelar di ruang pertemuan Polres Kutim, Jumat (1/11/2019).

Rapat dipimpin Wakil Bupati H Kasmidi Bulang mewakili Bupati didampingi Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan. Hadir pula Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Osben Alibos Naibaho, Ketua Pengadilan Negeri Sangatta Rahmat  Sanjaya. Perwakilan Disperindag Kutim, PT Pertamina Cabang Samarinda, sejumlah pemilik maupun pengelola SPBU di Kutim, Organda serta pihak terkait lainnya.

“Kelangkaan BBM di Kutim sangat meresahkan. Hadirnya kita disini akan memberikan satu kesimpulan dan solusi,” harap Kasmidi.

Paling tidak diketahui penyebab langkanya BBM. Untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat. Wabup pun langsung menanyakan hal itu kepada pihak Pertamina Cabang Samarinda yang menaungi pendistribusian BBM ke wilayah Kutim khususnya Sangatta.

Diungkapkan perwakilan Pertamina Cabang Samarinda M Herdiansyah, kelangkaan BBM yang terjadi disejumlah daerah karena keterlambatan sandar kapal tanker pembawa pasokan BBM di Terminal BBM Samarinda. Berkaitan pula dengan adanya antrean pengambilan pasokan BBM di Dermaga Pertamina Balikapapan. Pada akhirnya berdampak pada molornya pendistribusian ke wilayah Kutim dan beberapa daerah lainnya di Kaltim.

“Mulai hari ini penyaluran (BBM) untuk Kutim sudah mulai normal. Yakni premium sebesar 40 kilo liter, bio solar 32 kilo liter, Pertamax 24 kilo liter, Pertalite 56 kilo liter, Dexlite 8 kilo liter. Total penyaluran 160 kilo liter,” sebutnya.

Biasanya, sambung Herdiansyah, setiap hari jumlah BBM yang didistribusikan mencapai 100 kilo liter. Namun demi mengatasi kelangkaan BBM akibat dua hari keterlambatan, Pertamina menambah kuota distribusi. Selain itu, dirinya mengungkapkan faktor lain keterlambatan pendistribusian disebabkan truk tangki Pertamina yang digunakan di wilayah Samarinda, diperbantukan untuk mengambil BBM di wilayah Balikpapan. 

“Hal ini mengakibatkan adanya penambahan waktu  pendistribusian ke wilayah Kutim sehingga terjadinyaketerlambatan,” tambahnya memginforasikan.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa penyaluran kuota di wilayah Kutim telah sesuai dengan yang diajukan daerah. 

Kendati sudah mendapat kepastian informasi penyebab kelangkaan BBM dan solusi dari Pertamina, namun Wabup Kasmidi atas nama Pemkab Kutim tetap mengusulkan agar ada penambahan jumlah kuota BBM diwilayah Kutim. (hms10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here