Beranda Pendidikan 60 Sekolah Se-Kutim Laksanakan Kegiatan SBLK

60 Sekolah Se-Kutim Laksanakan Kegiatan SBLK

213 views
0

Suasana pelaksanaan kampanye Sehari Belajar di Luar Kelas (SBLK) dibeberapa Sekolah di Sangatta, dihadiri Sekretaris DPPPA Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati (Foto: Wak Hedir Humas)

SANGATTA – Sebanyak 60 sekolah di Kutai Timur (Kutim) ikut melaksanakan kampanye Sehari Belajar di Luar Kelas (SBLK). Puluhan Sekolah tersebut terdiri dari 3 Paud Anak Usia Dini (PAUD), 1 Raudathul Athfal (RA), 42 Taman Kanak – Kanak (TK), 1 Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN), 8 Sekolah Dasar (SD), 1 Madrasah tsanawiyah (MTs) dan 4 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutim dr Aisyah turut meninjau pelaksanaan kegiatan SBLK yakni di Sekolah SMPN 1 Sangatta Utara. Sedangkan Sekretaris dr Yuwana, didampingi staf Ny Heldy, Lisa Aryani , Mety Sulung dan staf lainnya meninjau pelaksanaan di TK Pembina , SD 002 Sangatta Utara, SD 004 Sangatta Utara dan MIN 1 Sangatta Utara.

Kepala DPPPA Kabupaten Kutim dr Aisyah didampingi Sekretaris dr Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa Kampanye “Sehari Belajar di Luar Kelas” adalah kegiatan disatuan pendidikan yang dilakukan diluar kelas pada hari yang telah ditentukan. Serentak dilaksakan secara global, serta disepakati bersama oleh seluruh warga pendidikan.

Rangkaian kegiatan merupakan aktivitas yang mempunyai tujuan pembelajaran secara nyata dan berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan tumbuh kembang anak. Serta mendukung budaya dan cinta tanah air serta kreatifitas dalam upaya penguatan pendidikan karakter. Dilaksanakan serentak diseluruh tanah air, Kamis 7 November 2019, seluruh Indonesia dan dunia dalam rangka memperingati hari anak internasional.

“Kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas, dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan melalui proses pembelajaran yang lebih menyenangkan. Tema ‘Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Melalui Kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas. Dengan Motto anak senang , guru tenang , orang tua bahagia,” ucap Aisyah dan dibenarkan Yuwana.

Tujuannya, sambung dia, adalah mendorong anak dapat menerapkan prilaku dan memenuhi 7 unsur. Yakni, pembentukan karakter positif, iman dan taqwa, prilaku hidup bersih dan sehat, adaptasi perubahan iklim, permainan tradisional, cinta tanah air, gerakan literasi, pengurangan resiko bencana dan mendorong satuan pendidikan menjadi Sekolah Ramah Anak.

Keseluruhan agenda dilakukan dalam waktu minimal 3 jam dan dapat bervariasi dalam pelaksanaan. Sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD 002 Sangatta Utara, Edwar berharap, guru-guru dapat melaksanakan pembelajaran kepada anak-anak dengan baik. Sebab, sekolah yang dipimpinnya sudah menyandang predikat Sekolah Ramah Anak. Guru-guru diharapkan konsisten dalam memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak dengan memperhatikan hak-hak anak.

“Hak hidup, hak tumbuh berkembang, hak pendidikan, hak berpartisipasi. Misalnya, anak-anak bisa usulakan tempat belajar tempat belajar,” ucap Edwar.

Kemudian anak-anak didik, diharapkan mereka paham tentang hak-hak anak. Karena SRA mulai dari layanan guru, sarana dan prasana, memberikan rasa aman, nyaman, rasa tenang, orang tua tidak khawatir saat menitipkan anak di sekolah,” tutupnya. (hms15)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here