Beranda Sosial & Kesehatan 105 Anak di Khitan Massal Baznas Kutim – Ismu: Menyehatkan Sesuai Syariat

105 Anak di Khitan Massal Baznas Kutim – Ismu: Menyehatkan Sesuai Syariat

73 views
0

SYARIAT ISLAM: Bupati Ismunandar memantau jalannya proses khitanan massal Baznas Kutim. (Foto: Irfan Humas)

SANGATTA-Badan Amil Zakat Nasional Baznas Kutai Timur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menggelar program khitanan atau sunatan massal yang dipusatkan di area Gedung BPU Sangatta Utara, Selasa (24/12/2019). Total peserta yang ikut dalam khitanan massal ada 105 anak yang berasal dari Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Bupati Kutim Ismunandar didampingi Kepala Dinkes Kutim dr. Bahrani dan Ketua Baznas Kutim Harun Rosyid langsung memantau jalannya khitanan yang dilakukan oleh tim medis seperti Dokter dibantu sekitar 7 perawat dari Dinkes Kutim.

Dalam kesempatan itu, Ismunandar mengapresiasi kegiatan sosial tersebut karena fokusnya kepada warga kurang mampu.

“Ini tentu adalah yang positif apalagi yang dibantu adalah warga kurang mampu,” ujar Ismu.

Ismu menambahkan dalam hal ini Pemkab Kutim melalui Dinkes Kutim sangat mensupport kegiatan massal seperti ini karena sangat membantu masyarakat terutama yang kurang mampu.

“Semoga kegiatan ini bisa terus dilakukan, karena ini sangat membantu masyarakat. Selain itu untuk memberikan kesejahteraaan yang lebih baik kepada anak agar tumbuh sehat dan sholeh, sesuai dengan syariat Islam yang mewajibkan khitan bagi setiap muslim dan menyehatkan,” jelasnya.

Sementara Ketua Baznas Kutim Harun Rosyid mengatakan pelaksanaan khitanan Massal yang sedang berlangsung berjalan normal tanpa ada kendala. Hal itu lantaran persiapan yang dilakukan para panitia dan tenaga medis sudah dimatangkan sejak awal. Termasuk peserta harus membawa foto kopi KTP, kartu keluarga (KK) dan surat keterangan tidak mampu dari desa dan kelurahan.

“Hal ini dilakukan karena dana yang dipakai dalam program bersumber dari zakat warga Kabupaten Kutim,” ujarnya.

Harun menambahkan kegiatan ini dilakukan memanfaatkan waktu liburan sekolah anak.

“Harusnya targetnya ada 150 anak yang mendaftar tetapi yang mendaftar hanya 105 anak. Tetapi ini tidak menjadi masalah. Target tahun depan kegiatan ini rencananya akan digelar setahun dua kali yaitu di pertengahan dan akhir tahun,” tutupnya. (hms13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here