Beranda Pertanian Kutim Ekspor Pisang 40 Ton Perbulan, Malaysia Butuh 800 Ton

Kutim Ekspor Pisang 40 Ton Perbulan, Malaysia Butuh 800 Ton

240 views
0

Kepala Dinas Pertanian Kutim Sugiono saat sambutan, pada penanaman perdana bibit jeruk siam banjar, di Desa Rantau Makmur Kecamatan Rantau Makmur, Kecamatan Rantau Pulung (Wak Hedir Pro Kutim)

SANGATTA – Ditengah pesatnya perkembangan perkebunan kelapa sawit, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Sugiono menyebut bahwa produksi pisang di daerah ini belum habis. Buktinya Kutim beberapa waktu belakangan sudah enam kali mengekspor pisang ke luar negeri. Negeri jiran Malaysia adalah negara penikmat pisang dari Kutim. 

“Pisang (ekspor) berasal dari Kecamatan Kaliorang dan Kecamatan Kaubun. Kutim telah berhasil mengekspor pisang ke Malaysia dengan rata – rata 30 sampai 40 ton perbulan,” ungkap Sugiono, usai kegiatan penanaman perdana bibit jeruk siam banjar, di Desa Rantau Makmur, Kecamatan Rantau Pulung, Jumat (24/1/2020)

Jumlah tersebut, sambung Sugiono, masih kurang dari jumlah yang dibutuhkan Malaysia. Sebab permintaan Malaysia mencapai 800 ton perbulan. Untuk itu, Dinas Pertanian Kutim telah mengusulkan bantuan pengembangan pisang di Kutim kepada Kementerian Pertanian.

“Kita bersyukur usulan tersebut ditanggapi dengan baik oleh Kementerian Pertanian. Sehingga, di 2020 ini ada pengembangan pisang seluas 200 Ha untuk Kecamatan Bengalon, Kaliorang dan Kaubun,” sebut Sugiono dihadapan Bupati H Ismunandar dan Wakil Bupati H Kasmidi Bulang, yang juga turut melakukan penanaman bibit jeruk siam banjar, di Rantau Pulung.

Sumber bibit pisang diambil dari Kecamatan Kaliorang yang sudah punya sertifikat Kementerian Pertanian. Sebab, untuk pengembangan pisang di 2020 ini, dibutuhkan sekitar 80.000 bibit pisang. Dengan asumsi harga bibit Rp 5.000 dengan anggaran dari Pusat. 

Dalam kesempatan itu, Bupati H Ismunandar mengatakan, Kutim yang sudah menjadi pengekspor pisang harus terus didukung pengembangannya. Bahkan tidak menutup kemungkinan bibit – bibit buah lokal berasal dari Kutim sendiri, termasuk Rantau Pulung.

“Mari terus tingkatkan pengembangan buah lokal. Semoga apa yang kita lakukan senantiasa mendapatkan berkah Allah SWT. InsyaAllah ini akan terus berkembang, mudah-mudahan kita nantinya menjadi pemasok buah di Kaltim dalam rangka menyambut IKN (Ibu Kota Negara),” kata Ismu. (hms15)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here