Beranda Pariwisata Telah Lahir “Dewi Kima” di Sangatta Selatan – Di-launching Ismu, Diproyeksi Jadi...

Telah Lahir “Dewi Kima” di Sangatta Selatan – Di-launching Ismu, Diproyeksi Jadi Objek Wisata Andalan

550 views
0

Bupati Ismunandar meninjau obyek wisata pantai Desa Teluk Singkama. (Foto Jani Pro Kutim)

SANGATTA- Kecamatan Sangatta Selatan semakin hari makin bersolek agar terlihat cantik. Melalui sentuhan camat perempuan Hasdiah, kini telah lahir “Dewi Kima”. Bukan bayi mungil, melainkan singkatan dari Desa Wisata Teluk Singkama. Dewi Kima yang digadang-gadang menjadi salah satu objek andalan Sangsel ini baru saja di-launching oleh Bupati Kutim H Ismunandar, Sabtu (25/1/2020). Ismu mengaku sangat mengapresiasi program Desa Wisata yang diinisiasi Pemerintah Kecamatan Sangsel melibatkan desa. Bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Kutai (TNK). Sebagai wujud pemberdayaan potensi sumber daya alam yang dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Dewi Kima yang masuk kawasan TNK, menurut Ismu, merubah paradigma bahwa Desa Teluk Singkama yang sebelumnya tak tersentuh pembangunan, ternyata memiliki potensi besar dan bisa dikembangkan. Melalui koordinasi dan komitmen pelestarian alam, kini berpotensi besar menghasilkan sumber pendapatan.

“Dengan melihat konsep  keindahan wisata alam modern yang ditawarkan, saya berharap semua pihak bersama-sama dapat menjaga lingkungan dan turut serta mengembangkan Desa Teluk Singkama sebagai contoh desa wisata alam,” ajak Ismu.

Ismu menambahkan segala bentuk program pembangunan harus didahului dengan perencanaan. Jika sudah mempunyai perencanaan, dia yakin cepat atau lambat pasti dapat tercapai. Dia berharap Dewi kima dapat dikemas dengan baik. Dengan adanya desa wisata ini, diharapkan menjadi roda penggerak ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Seperti mangrove dan Pantai Teluk Singkama ini haruslah dikemas semakin baik. Jadi kedepan ada ‘pasar’ wisatanya juga,” sebut Ismu menyarankan.

Ismu yang sempat menikmati Gogos (makanan khas Sulawesi Barat) dan Bajabu (makanan khas Bugis Makassar), mengatakan bahwa dua makanan olahan berbahan dasar ikan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. Untuk dinikmati atau menjadi buah tangan. Dengan begitu semua produk yang dihasilkan masyarakat Desa Singkama bisa ditawarkan untuk dibeli wisatawan. Secara tidak langsung, nelayan juga tak repot lagi menjual hasil parikanan.

Sementara itu Camat Sangatta Selatan Hasdiah, menjelaskan latar belakang dibentuknya Dewi Kima tak lain untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat di Desa Teluk Singkama. Karena Desa Teluk Singkama termasuk desa tertinggal di Kecamatan Sangatta Selatan. Wujud kerja sama dengan Balai TNK Kutim.

“Dalam pengembangan Dewi Kima kami tidak membutuhkan investor. Kami sepenuhnya menggunakan metode pemberdayaan masyarakat. Dimana kampung kami secara keseluruhan memiliki wilayah luas dan potensi wisata yang banyak,” ujarnya.

Dibidang geografis Hasdiah menyebutkan, Dewi Kima menawarkan banyak potensi seperti persawahan yang luas dan kebun nanas. Cikal bakal menjadi obyek wisata baru di desa tersebut. Potensi wisata lain yang dimiliki Sangsel yaitu pantai seperti Teluk Kaba, pasir putih, Sungai Padang serta Pantai Nipah-Nipah.

“Selama ini, desa Teluk Singkama telah memiliki obyek wisata Pantai Teluk Singkama. Menjadi obyek wisata unggulan kami saat ini, memiliki panjang pantai kurang lebih 6 km,” ucapnya.

Kemudian, sebut hasdiah, ada juga pengembangan rumah perikanan, budi daya rumput laut, mangrove dan terumbu karang yang potensial menjadi potensi wisata menarik untuk dikunjungi. Berikutnya potensi wisata perkebunan seperti kelapa sawit, sayur dan nanas seluas 10 hektare. Termasuk wisata kebun nanas, sayur dan pohon aren yang kedepan juga akan dimanfaat untuk pengembangan UMKM. Hasdiah berharap, seluruh pihak mulai dari Pemkab maupun stakeholder lainnya dapat turut berperan mendukung program yang telah direncanakan pihaknya. (hms10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here