Tim Pokja 4 TP PKK Kutim saat mendatangi beberapa posyandu untuk melakukan penyuluhan stunting sekaligus pembinaan posyandu terintegrasi serta dasawisma. (ist)

SANGATTA– Demi menekan angka stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kutim melalui Kelompok Kerja (Pokja) 4 melakukan monitoring dengan mendatangi beberapa posyandu. Sekaligus untuk melakukan penyuluhan stunting dan pembinaan posyandu terintegrasi serta dasawisma.

Beberapa Posyandu  yang telah didatangi tim Pokja 4 mulai (3/2/2020) sampai (5/2/2020) yakni posyandu Gembira Ria di Gang Anggrek, Posyandu Cemara Gang Merpati, Posyandu Seroja Gang Waskita. Tak hanya itu, tim juga menyasar pojok baca, pojok ASI dan pojok bermain anak (Posyandu ramah anak). 

Ketua TP PKK Kutim Ny Hj Encek Firgasih melalui Sekretaris Pokja IV TP PKK Kutim Yuliana KL mengatakan, stunting dapat ditemukan dan dicegah melalui Posyandu. Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Dikelola dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada warga dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Khususnya bagi ibu, bayi dan anak balita.  

“Upaya peningkatan peran dan fungsi Posyandu tidak lepas dari peran kader. Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu. Serta melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

“Sasaran posyandu adalah, bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, pasangan usia subur, lansia, remaja dan seluruh keluarganya,” tambahnya.

Menurut Yuliana, Posyandu menjadi salah satu aset desa sebagai sarana pembangunan di bidang kesehatan. Maka perlu diadakan, pemeliharaan, pengembangan serta pemenuhan sarana dan pra sarana yang diperlukan.

“Kita berharap semoga bisa menjadi salah satu bahan usulan di Musrenbangcam 2020. Saat ini ada sebanyak 316 posyandu di Kutai Timur yang tersebar di seluruh desa,” ujar Yuliana. (hms10/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here