Beranda Celebrity News Ismu Ajak Masyarakat Peduli Api – Koordinasi Ditingkatkan, Tangani Karhutla

Ismu Ajak Masyarakat Peduli Api – Koordinasi Ditingkatkan, Tangani Karhutla

77 views
0

Bupati Kutim H Ismunandar saat menghadiri Rakornas Karhutla 2020.(Ist)

JAKARTA – Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2015 menjadi catatan bagi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mengevaluasi penanganan musibah tersebut. Sebab, karhutla yang asapnya sampai ke negara tetangga terjadi di awal kepemimpinannya.

Saat itu 2,5 juta hektare lahan di Indonesia terbakar, baik lahan gambut dan hutan. Setelah itu, pada 2016 dan 2017, luas lahan yang terbakar turun. Namun luas lahan yang terbakar kembali naik pada 2018 dan 2019. Inilah yang membuat Jokowi bertanya-tanya. Jokowi tidak ingin Indonesia mengalami karhutla besar seperti di Rusia dan Australia.

Bupati Kutim H Ismunandar usai mengikuti Rakornas yang rutin digelar setiap tahun tersebut mengatakan, setelah ini dirinya akan meningkatkan koordinasi dengan para pihak terkait, sesuai isntruksi Presiden. Terutama jajaran Kodim 0909/SGT dan Polres Kutim dalam meningkatkan upaya penanggulangan karhutla.

“Seluruh perangkat daerah tentunya akan kita ajak mempersiapkan antisipasi karhutla. Walaupun di Kutim potensi karhutla terus menurun, namun hal tersebut tak boleh membuat kita lengah. Tindakan antisipasi tentu terus ditingkatkan,” tegas Ismu.

Perangkat daerah seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Lingkungan Hidup serta OPD lain akan selalu dilibatkan dalam merancang strategi antisipasi karhutla di Kutim. Tentunya juga bekerja sama melibatkan Babinsa dari jajaran Kodim 0909/SGT serta Bhabinkamtibmas dari Polres Kutim serta masyarakat.

“Karhutla dapat kita hindari dengan bergerak secara kolektif dan memiliki kepedulian serta pengetahuan mengenai penanganan kebakaran lahan dan hutan,” tegas Ismu.

Menurut dia, ada beberapa hal kecil yang bisa dilakukan sebagai bentuk antisipasi karhutla. Karhutla kerap disebabkan oleh ulah oknum yang membakar hutan untuk menyiapkan lahan pertanian. Padahal kegiatan ini dilarang keras oleh pemerintah dan diatur dalam Undang-udang No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Tidak membuang puntung rokok pada rumput atau semak kering di lokasi yang rawan terbakar. Sebagai wujud kepedulian kepada lingkungan sekitar dan berani merubah kebiasaan yang merugikan untuk menghindari dampak jangka panjang. Ikut serta dalam mengawasi dan memantau titik rawan kebakaran hutan. Pengawasan dan pemantauan oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk memastikan terciptanya lingkungan hidup yang aman dan jauh dari ancaman kebakaran hutan.

“Segera melapor kepada petugas setempat ketika melihat kebakaran hutan. Memanfaatkan teknologi dan nomor darurat dengan baik. Jangan ragu untuk langsung melaporkan kasus kebakaran hutan demi menghindari kerugian yang lebih besar,” pinta Ismu.

“Langkah-langkah di atas tidaklah sulit dilakukan, namun membutuhkan komitmen dan kepedulian yang tinggi agar berhasil diimplementasikan,” tambahnya.

Selain itu salah satu aspek yang juga penting bagi masyarakat dalam mencegah karhutla adalah pembinaan dan pendampingan. Mengajak seluruh masyarakat agar peduli api, dengan memberikan edukasi tentang bahaya api yang terbakar di lahan atau hutan. Mengajak mereka turut berpartisipasi untuk mewujudkan lingkungan yang lestari sejalan dengan impian bersama. (hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here