Beranda Infrastruktur Pemkab Kutim Siapkan Rp 4 M – Tingkatkan Standar Puskesmas Wahau 1...

Pemkab Kutim Siapkan Rp 4 M – Tingkatkan Standar Puskesmas Wahau 1 dan 2

127 views
0

Wakil Bupati, Kasmidi Bulang menanggapi usulan Camat Muara Wahau yang mengharapakan pengembangan Puskesmas Wahau I menjadi Puskesmas Plus. (Vian Pro Kutim)

MUARA WAHAU – Tuntutan peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pedesaan kembali diusulkan dalam Musrenbang di Kecamatan Muara Wahau. Warga mengusulkan agar kapasitas pelayanan di Puskesmas Wahau bisa ditingkatkan menjadi Puskesmas plus.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kasmidi Bulang menyampaikan bahwa Pemkab Kutim sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 4 miliar pada 2020 ini untuk peningkatan kualitas pelayanan dasar kesehatan Puskesmas Wahau I dan II.

“2020 ini sudah masuk dalam pagu anggaran melalui usulan Dinas Kesehatan. Harapannya dengan anggaran sebesar itu, kualitas pelayanan kesehatan di Wahau dan sekitarnya bisa lebih optimal,” ujar Kasmidi.

Sebelumnya, Camat Muara Wahau Ashari mengusulkan penambahan ruang rawat inap, peralatan medis, tambahan obat-obatan serta penambahan bidan desa dan perawat untuk layanan di Puskesmas Wahau I. Puskesmas Plus artinya ada tambahan yang lebih banyak baik itu jenis layanan maupun ruang inap serta durasi pelayanan yang lebih lama dibandingkan Puskesmas yang ada sekarang ini.
.
“Peningkatan kualitas layanan Puskesmas ini sangat dibutuhkan bukan hanya warga di Wahau tapi juga dari Kongbeng terutama untuk layananan emergency. Bila dirujuk ke kabupaten jaraknya cukup jauh sehingga bisa saja pasien terlambat mengalami tindakan medis yang lebih lengkap dan tak perlu dirujuk lagi,” harap Ashari.

Sementara itu dr Ardianto yang sudah bertugas 8 tahun di Puskesmas Wahau I mengapresiasi dukungan Pemkab Kutim yang sudah mengalokasikan anggaran yang cukup besar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan warga di pedalaman.

“Yang prioritas dibutuhkan saat ini adalah tambahan ruang rawat inap, selama ini maksimal hanya 5, kalau bisa menjadi 10 -15, kemudian alat kesehatan yang lebih memadai, laboratorium dan tenaga teknis analisa.serta tambahan para medis,” jelas dr Ardianto.(hms4//hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here