Bupati H Ismunandar. (Dok Pro Kutim)

SANGATTA- Sangatta “Kota Tercinta” yang merupakan ibukota Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tentunya kedepan akan menjelma sebagai etalase daerah. Maka dari itu sejumlah rencana dan program pembangunan yang berorientasi mengubah wajah Sangatta menjadi lebih baik, terus dilakukan secara bertahap.

Namun sayangnya upaya mempercantik Sangatta belum sepenuhnya didukung masyarakatnya. Salah satunya adalah soal pengelolaan sampah. Hingga saat ini, masyarakat Sangatta masih banyak yang “bandel” membuang sampah sembarangan. Selain itu sampah rumah tangga juga kerap dibuang pada waktu yang salah. Pada saat waktunya petugas mengangkut, sampah yang dibuang tak sesuai jadwal malah tidak terangkut. Menyebabkan keindahan tata kota menjadi tak asri.

“Slogan Sangatta adalah Kota Tercinta yaitu tertib, ceria, indah, taqwa dan aman belum sepenuhnya diimplementasikan oleh masyarakat Sangatta. Maka dari itu, budaya bersih dan nyaman harus menjadi gaya hidup yang harus ditanamkan. Kepekaan masyarakat soal kebersihan lingkungan harus disadari oleh individunya masing-masing,” sebut Bupati Kutim H Ismunandar.

Tumpukan sampah yang terjadi disekitar Kota Sangatta, bukan saja karena volume sampah yang bertambah. Melainkan kebanyakan karena kurang tertibnya warga membuang sampah. Sebagai kepala daerah, Ismu mengaku sempat mengira tumpukan sampah terjadi dikarenakan pasukan pengangkut yang tidak optimal dalam bekerja. Tapi ternyata terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat memanajemen sampahnya masing-masing. Untuk meningkatkan kebersihan Kota Sangatta, menurut Ismu masyarakat dan pemerintah mesti selaras.

“Menyelamatkan lingkungan, harus menjadi bagian dari komitmen bersama. Artinya tak hanya mengandalkan pemerintah saja, tapi seluruh elemen dan stakeholder harus juga terlibat tanpa terkecuali,” tegas Ismu, dalam peresmian kampung percontohan di Jalan Kalimutu, Sangatta Utara, Jum’at (21/2/2020).

Jika perilaku hidup bersih dan sehat serta manajemen sampah tak diterapkan dengan baik oleh masyarakat, Ismu menyebut akan sulit menciptakan lingkungan bersih dari sampah. Berkaitan hal itu, Ismu dalam waktu dekat berencana bertemu dengan Camat Sangatta Utara, Ketua RT dan Forum RT serta Kades maupun Lurah di Kecamatan Sangatta Utara, guna membahas persoalan tersebut. Mengatur jadwal pembuangan sampah yang ideal. Serta mencari solusi bagaimana cara mengajak masyarakat agar bisa tertib menjaga kebersihan Kota Sangatta dengan pengelolaan  sampah yang baik. (hms7/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here