Kepala Bappeda Kutim Edward Azran.(Dok Pro Kutim)

SANGATTA – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur (Kutim) Edward Azran mengungkapkan, arah pembangunan Pemkab Kutim di 2021 mendatang adalah menghadapi sejumlah tantangan serius. Tantangan dimaksud tak hanya di level lokal namun juga global.

Hal ini lantas menjadi perhatian khusus semua pihak. Sebab, jika tak berjalan mulus tentunya akan menghambat terwujudnya target visi dan misi Pemkab Kutim. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutim 2016-2021.

“Di RPJMD Kutim tahun 2016-2021, kita punya tugas mengawal visi kemandirian Kutim melalui pembangunan agribisnis dan agro industry. Berlandaskan pada lima misi yang menjadi fokus dalam pembangunan Kutim. Yakni fokus sumber daya manusia (SDM), fokus daya saing ekonomi, fokus Infrastruktur, fokus lingkungan hidup dan fokus tata kelola pemerintahan,” ungkapnya dihadapan peserta dan undangan Forum Konsultasi Publik (FKP) dan Forum Perangkat Daerah (FPD) gelaran Bappeda Kutim di Gedung Serba Guna (GSG) Kompleks Perkantoran Pemkab Kutim, Bukit Pelangi, Rabu (11/3/2020).

Dalam paparannya, Edward menyebut tematik pembangunan Kutim sejak 2017 hingga saat ini dan 2021 mendatang, masing-masing memiliki program pembangunan yang fokus dan terarah. Serta target yang harus dicapai. Pada 2017, Pemkab Kutim fokus pada peningkatan pelayanan dasar dan infrastruktur pedesaan. Kemudian di 2018, Pemkab Kutim fokus pada peningkatan produksi pangan dan komoditas potensi unggulan. Di 2019 lalu, Pemkab Kutim fokus pada program pemantapan produksi pangan dan komoditas unggulan.

“Sementara di tahun ini, Pemkab Kutim fokus pada upaya peningkatan nilai tambah komoditas unggulan,” paparnya.

Sedangkan di 2021 mendatang, Pemkab Kutim akan fokus pada program peningkatan produk unggulan yang memiliki daya saing. Seperti yang tersusun pada RKPD Kaltim 2021. Yakni menumbuhkan industri hilir yang mendukung ekonomi kerakyatan dan ekonomi kawasan. Berikutnya juga sesuai dengan RKP 2021 Nasional, yakni meningkatkan industri dan pariwisata di berbagai wilayah, didukung oleh investasi.

Sejumlah tantangan diprediksi bakal menghadang kemajuan Kutim. Edward menuturkan beberapa tantangan yang cenderung menjadi kendala tersebut antara lain adanya perang dagang antara Cina melawan Amerika. Termasuk merebaknya wabah virus corona, hingga peran Tiongkok yang cukup besar dalam peta ekspor Kaltim. Yakni 28 persen dari total non migas, tentunya dapat menahan prospek pertumbuhan ekonomi Kaltim dalam jangka menengah.

“Pastinya mempengaruhi tiga komoditas unggulan Kutim, yakni Minyak dan Gas (Migas), Batubara dan Sawit,” tutupnya. (hms13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here