Beranda Celebrity News Dua Warga Kutim Diduga Terpapar Covid-19 – Sudah Dikirim Ke Rumah Sakit...

Dua Warga Kutim Diduga Terpapar Covid-19 – Sudah Dikirim Ke Rumah Sakit Rujukan

144 views
0

Muhammad Yusuf, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim. (Dok Pro Kutim)

SANGATTA– Dua warga Kabupaten Kutai Timur (Kutim) saat ini mesti masuk ruang isolasi, setelah levelnya naik menjadi pasien pengawasan, karena diduga terpapar virus Corona alias Covid-19. Diketahui, keduanya pada 26-29 Februari 2020 lalu mengikuti sempat mengikuti kegiatan di Bogor, Jawa Barat.

Kedua pasien itu kini telah dikirim ke Rumah Sakit rujukan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan. Satu pasien pada Senin (16/03/2020) hari ini telah dikirim ke RSU Taman Husada Bontang. Sebelumnya selama tiga hari menjalani pemantauan disalah satu Rumah Sakit Swasta di Kota Sangatta.

Sementara itu, satu pasien lagi yang berasal dari Kecamatan Long Mesangat dan masuk kategori pengawasan, telah dikirim ke RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong, Kutai Kartanegara beberapa hari yang lalu.

Menurut keterangan Muhammad Yusuf, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim, status pasien ditingkatkan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter spesialis paru. Setelah melalui rontgen paru maupun sistem pernafasan pasien.

“Awalnya masih tahap pemantauan, namun berdasarkan hasil pemeriksaan dokter paru masuk kategori tahap pengawasan. Karena masuk tahap pengawasan maka harus dilakukan isolasi ditempat yang memenuhi standar Kementerian Kesehatan, di Kaltim ada lima tempat salah satunya Bontang,” ujar Yusuf.

Setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, setelah pasien dirujuk ke Bontang maupun ke Tenggarong, maka tahap prosedur isolasi hingga tes laboratorium sudah menjadi tanggung jawab rumah sakit rujukan.

Saat ini Dinas Kesehatan Kutim tengah mencari rentetan perjalanan kedua pasien. Apakah pernah ada kontak dengan penderita positif Corona atau tidak saat berada di Bogor.

Tak kalah penting pihak rumah sakit swasta di Sangatta telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap keluarga, maupun petugas medis yang menangani pasien selama dirawat, dengan melakukan desinfektan. Begitu pula dengan petugas di Puskesmas Kecamatan Long Mesangat yang tengah melakukan prosedur PE.

Selain dua warga Kutim yang masuk kategori pengawasan terhadap paparan virus Corona, Dinas Kesehatan Kutim juga tengah melakukan pemantauan terhadap beberapa orang. Baik yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit, jamaah yang baru saja pulang umrah, mahasiwa dari Wuhan, hingga ada Warga Negara Asing (WNA) pekerja disalah satu perusahaan pertambangan di Kutim.

Diketahui, sebelum dinyatakan positif virus Corona, pertama dikenal dengan istilah orang dalam pemantauan. Yakni orang yang berasal dari daerah yang diyakini terjadi penularan virus corona. Pemantauan dilakukan guna mengantisipasi sakit yang bersangkutan, sehingga dapat segera dilakukan pelacakan.

Apabila orang dalam pemantauan mengalami sakit influenza hingga gangguan nafas, maka statusnya akan naik menjadi pasien dalam pengawasan yang harus menjalani perawatan. Meski pasien dalam pengawasan belum tentu suspek, namun demi perawatan menyeluruh pasien akan di isolasi.

Selanjutnya apaila pasien dalam pengawasan ini diyakini memiliki riwayat kontak dengan orang lain yang terkonfirmasi positif Corona, maka status pasien meningkat menjadi suspek. 

“Dari suspek ini kemudian dilihat kembali hasil uji laboratoriumnya, apakah positif atau negatif,” katanya.

Kendati hingga kini belum ada warga Kutim yang dinyatakan positif Corona, namun Yusuf mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan tindakan preventif. Salah satunya memgutamakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) mulai dengan mencuci tangan pakai sabun. Mengurangi kegiatan diluar rumah, makan makanan bergizi, istirahat cukup, menghindari kerumunan massa dan beberapa hal lain yang berpotensi tertular virus. (hms7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here