Beranda Kutai Timur Ribuan Warga Kutim Bakal Dapat Sembako – Golongan Ekonomi Lemah, Dampak Kebijakan...

Ribuan Warga Kutim Bakal Dapat Sembako – Golongan Ekonomi Lemah, Dampak Kebijakan COVID-19

610 views
0

Kadis Sosial, Jamiatulkhair Daik. (Ist)

SANGATTA– Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah agar masyarakat lebih banyak dirumah guna memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 19 (COVID-19) tentunya berdampak pada kehidupan masyarakat. Khususnya warga golongan ekonomi lemah yang menggantungkan kehidupannya pada pendapatan harian. Tak bekerja, maka tak punya pemasukan.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan menyiapkan paket stimulus, yakni paket sembako gratis bagi masyarakat kurang mampu tersebut. Sehingga bisa terus bertahan membantu pemerintah dalam menanggulangi COVID-19.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi pada 25 Maret 2020 lalu, stimulus bantuan sosial ini akan diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Terdiri dari nelayan, petani, tukang sol, kuli bangunan, pedagang kaki lima dan kelompok warga miskin lainnya. Khususnya yang tidak memiliki penghasilan akibat dampak COVID-19.

Kepala Dinas Sosial Kutim Jamiatulkhair Daik mengatakan, bantuan sembako tersebut segera dibagikan setelah data dari setiap kecamatan terhimpun. Jumlahnya kurang lebih 14 ribu kepala keluarga keluarga (KK).

“Khusus untuk Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan itu lebih dari 7 ribu KK, berdasarkan data yang masuk. Estimasinya sekitar 14 ribu KK,” terangnya.

Penerima bantuan ini adalah keluarga yang rawan miskin baru, karena wabah COVID-19. Menurut Kadinsod, penerima bantuan kali ini, bukan penerima Kartu Sembako Pemerintah Pusat. Pastinya kelompok masyarakat yang akan mendapatkan sembako kali ini diantaranya warga miskin yang tidak menerima PKH dan BPNT atau program sembako dan pekerja informal.

“Ada yang bekerja sebagai buruh bangunan, karena adanya instruksi pemerintah tidak boleh keluar (rumah) dan mereka tidak bekerja, berarti tidak mendapatkan gaji. (Warga) Yang begitulah kita perhatikan. Itulah keadilan yang dibukakan oleh pemerintah,” tambah Jamiatulkhair Daik.

Kadinsos Kutim kembali menegaskan bahwa data dihimpun melalui mekanisme satu pintu. Dinas sosial tidak diperkenankan membuat data sendiri untuk program sembako tersebut.

“Organisasi pun yang masuk ke kita tidak boleh, tetap kita melalui satu pintu. Itu artinya semua melalui RT, Desa sampai ke Camat. Nanti dari Cmat yang meneruskan kepada Dinas Sosial,” jelasnya. “Untuk teknis pembagiannya, melalui tim gugus tugas yang telah terbentuk,” tambahnya. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here