Beranda Celebrity News Siasati Social Distancing, Putra asal Kutim Ciptakan Aplikasi “Lokal Sayur”

Siasati Social Distancing, Putra asal Kutim Ciptakan Aplikasi “Lokal Sayur”

520 views
0

Putra berprestasi asal Kutai Timur (Kutim) yaitu Jiro Ryzard Noor.(Dok Pro Kutim)

SANGATTA – Terobosan kreatif diciptakan salah seorang putra berprestasi asal Kutai Timur (Kutim) yaitu Jiro Ryzard Noor. Dalam masa pandemi COVID-19, Jiro yang kini berusia 16 tahun berkreasi dan menciptakan “Lokal Sayur”. Yakni sebuah aplikasi yang memudahkan pembeli sekaligus membantu para petani mendapatkan pendapatan tambahan.

Jiro menciptakan aplikasi ini bukan tanpa sebab. Social distancing yang diterapkan pemerintah pastinya menggangu supply chain atau distribusi barang. Sayur dan buah merupakan komoditi yang sangat rentan, karena apabila masa distribusi terganggu.

“Kemungkinan bisa berimbas pada penurunan kualitas atau bahkan menyebabkan barang busuk, sehingga tidak bisa dijual,” beber anak dari pasangan pasangan Santos Noor dan Eliz itu.

Melihat hal itu, ide Jiro langsung tercetus untuk membuat sebuah aplikasi digital dengan layanan online (daring) tentang bagaimana caranya menghubungkan langsung antara petani lokal dengan pembeli lokal di suatu daerah. Sehingga menguntungkan untuk petani dan konsumen.

“Saya ciptakan Lokal Sayur ini dengan harapan konsumen mendapatkan kualitas sayur dan buah yang fresh (segar) langsung dari petani. Petani mendapatkan keuntungan karena menjual produk dengan harga retail akhir pasar, maka ini akan menambah pendapatan para petani yang biasanya menjual dengan harga yang lebih murah ke tengkulak atau ke distributor, sebelum produk mereka sampai ke pasar,” beber Jiro.

Jiro berpendapat kini masyarakat juga sudah melek digital, setiap individu sudah menggunakan teknologi handphone. Bahkan sekarang ibu rumah tangga (IRT) dari kelas menengah kebawah sudah mempunyai smartphone untuk berbelanja melalui daring.

Selanjutnya, Jiro memprediksi infastruktur distribusi akan lebih maju. Dikarenakan sektor distribusi sangat kompetitif, sehingga mengharuskan para pelaku usaha distribusi untuk melakukan inovasi kedepan. Agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.

“Di negara maju kita bisa memesan berbagai barang dan dapat di distribusikan dalam hitungan jam. Kedepan di Indonesia pun akan seperti itu. Pasar Indonesia adalah salah satu pasar yang sangat besar dan menjanjikan. Kedepan bukan tidak mungkin aplikasi ‘Super Unicorn’ akan masuk dan melihat potensi pasar Indonesia. Untuk itu kita harus mencuri start,” tegasnya.

Lebih jauh, Jiro mengungkapkan jika indonesia kelak akan berhadapan dengan pesaing global sudah siap. Karena distribusi telah dimatangkan dan pengetahuan pasar juga telah dikuasai.

“Saya mendapatkan kepuasan tersendiri ketika mendengar para petani mendapatkan penghasilan lebih dari menggunakan ‘Lokal Sayur’ dan melihat review seorang ibu yang senang dan puas membeli sayur lokal dari petani. Mungkin ini juga sumbangsih saya terhadap mereka yang pastinya terdampak secara ekonomi karena pandemi COVID-19,” katanya.

Dia berharap dengan adanya “Lokal Sayur” dapat memudahkan masyarakat yang saat ini masih dalam status “Social Distancing” dan juga dapat membantu memutus rantai penularan COVID-19. Dengan menganti tempat transaksi dari pasar ke transaksi online di “Lokal Sayur”. (hms2/hms13/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here