Beranda Kutai Timur Tim Keswan Distan Pastikan Hewan Kurban di Kutim Sehat – Pembeli Diimbau...

Tim Keswan Distan Pastikan Hewan Kurban di Kutim Sehat – Pembeli Diimbau Perhatikan ASUH dan Protokol Kesehatan

162 views
0

Kepala Dinas Pertanian Kutim Sugiono, didampingi Kabid Peternakan Mardi Suadmin, Kasi Keswan Kesmavet drh Cut Meutya serta jajarannya melakukan survei dibeberapa beberapa lokasi penjualan hewan kurban (IST)

SANGATTA – Guna memastikan hewan kurban yang bakal dijual di wilayah Kutim dalam kondisi sehat, Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjelang Idul Adha melakukan pemantauan dan peninjauan hewan kurban yang ada.

Kepala Dinas Pertanian Kutim Sugiono, didampingi Kabid Peternakan Mardi Suadmin, Kasi Keswan Kesmavet drh Cut Meutya serta jajarannya melakukan peninjauan dibeberapa lokasi penjualan hewan kurban yang ada di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari sejak Selasa sampai Rabu, 21-22 Juli 2020.

“Pemeriksaan hewan di masa Pandemi ini tetap kita laksanakan. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (pencegahan COVID-19) dan penyembelihan hewan kurban harus dilakukan secara aman,” kata Kepala Dinas Pertanian Kutim Sugiono, melalui Kasi Keswan Kesmavet drh Cut Meutya kepada Pro Kutim.

Dikatakan drh Cut Meutya, dari pantauan pihaknya dibeberapa lokasi penjualan, seperti di Jl APT Pranoto, KM 3 Sangatta Selatan, KM 1 Pertamina, Jl Rudina Dalam, Jl Pendidikan (Samping SPBU) dan Jl. poros Bontang, terdapat 1.304 hewan kurban yang dipasarkan. Terdiri dari 697 sapi dan 607 kambing.

“Dari survei dan pemantauan yang telah kita lakukan (terhadap) 1.304 hewan kurban itu, dinyatakan sehat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dia menuturkan, dari jumlah hewan kurban tahun ini, ternyata pengadaan sapi kurban sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini diyakini merupakan dampak Pandemi COVID-19. Namun apapun situasinya, Cut Meutya mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar saat membeli hewan kurban memperhatikan beberapa hal. Yakni harus memperhatikan beberapa aspek dalam manajemen pengelolaan hewan qurban.

“Masyarakat harus memperhatikan aspek keamanan pangan yang berpedoman pada ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Disamping itu, masyarakat di imbau membeli hewan kurban via online (daring). Untuk menghindari kerumunan yang beresiko terjadinya penularan COVID-19. Guna meminimalisir kontak fisik antara penjual dan pembeli,” tutup Meutya. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here