Beranda Kutai Timur Pemkab Kutim Kembali Bahas Soal TPA dan TPST – Peran Masyarakat dan...

Pemkab Kutim Kembali Bahas Soal TPA dan TPST – Peran Masyarakat dan Stakeholder Penting Atasi Sampah

205 views
0

Suasana Permasalahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Rabu (19/8/2020). (Wahyu Pro Kutim)

SANGATTA – Produksi sampah di Kutim, khususnya di Kota Sangatta yang terus meningkat memerlukan penanganan dan pengelolaan yang baik. Beberapa persoalan seperti keterlambatan pengangkutan akibat terbatasnya armada pun kembali dibahas. Demi menemukan solusi yang tepat.

Detail permasalahan yang dihadapi terkait sampah dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Permasalahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Rabu (19/8/2020). Dipimpin Asisten Pemkesra Suko Buono mewakili Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang.

Rapat turut melibatkan Kadis Pertanahan dan Penataan Ruang (PPR) Poniso Suryo Renggono, Plt Kepala Dinas PU Witono, Camat Sangatta Selatan Hasdiah, Manager Project Management and Evaluation External Affairs and Sustainable Development Louise Pasireron dan beberapa dinas terkait.

Selesai rapat, Asisten Pemkesra Suko Buono mengutarakan bahwa persoalan sampah ini merupakan salah satu prioritas Pemkab. Terutama dukungan melalui alokasi anggaran. Sehingga kedepan kendala yang dihadapi bisa diselesaikan sesuai harapan.

“Kalau permasalahan ini tidak diberikan penguatan dari segala sisi (salah satunya anggaran), maka persoalan sampah ini tidak akan bisa terselesaikan,” ujar Suko. 

Selain itu, Suko membeberkan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangganya sendiri juga mesti ditingkatkan. Dari yang tadinya tidak peduli menjadi sangat mencintai lingkungan. Mengelola dengan cara memilah sampah sesuai jenisnya. Dengan menjadikan disiplin mengelola sampah dengan baik sebagai gaya hidup.

Sebab, katanya, walau bagaimanapun peran pemerintah dimaksimalkan, namun apabila tidak didukung masyarakat, tentu semua akan menjadi sia-sia. Malah masalah cenderung bakal berkepanjangan. 

Untuk saat ini dia berharap dari sisi pemerintah bisa segera menindak lanjuti kenaikan anggaran di APBD Perubahan untuk penanganan sampah.

“Kemudian melakukan penguatan kepada pihak perusahaan yang bisa memberikan CSR-nya, untuk memprioritaskan persoalan ini,” harap Suko. (hms7/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here