Beranda Kutai Timur Kutim Ikut Rakor Penanggulangan COVID-19 Se-Kaltim – Antisipasi Kasus Yang Terus Melonjak

Kutim Ikut Rakor Penanggulangan COVID-19 Se-Kaltim – Antisipasi Kasus Yang Terus Melonjak

218 views
0

Sekretaris Kabupaten Kutim H Irawansyah, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani dan Kabid P2P Dinkes Kutim, Muhammad Yusuf di Kantor Diskominfo dan Perstik Kutim (Wak Hedir Pro Kutim)

SANGATTA – Melonjaknya jumlah kasus terkonformsi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), bahkan yang tadinya zona hijau pun seperti Mahulu telah terdapat beberapa kasus. Sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di Kaltim, Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim H Muhammad Sa’bani, memimpin rapat koordinasi (Rakor) penanggulan COVID-19. Kegiatan yang digelar secara virtual diikuti seluruh Kabupaten/Kota di Kaltim.

Dari Kutim, Sekretaris Kabupaten Kutim H Irawansyah, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani dan Kabid P2P Dinkes Kutim, Muhammad Yusuf di Kantor Diskominfo dan Perstik Kutim, Rabu (26/8/2020).

Irawansyah ditemui usai mengikuti Rakor itu mengatakan, semua Kabupaten/Kota di Kaltim diminta agar bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan jumlah kasus COVID-19.

“Kutim saat ini zona kuning, kita harus bisa pertahankan zona kuning ini, jangan sampai meningkat lagi,” ucap Irawansyah.

Semenatara itu Kepala Dinkes Kutim dr Bahrani menambahkan, dengan semakin membludaknya kasus COVID-19 di Kaltim, yang terlihat signifikan, termasuk Kabupaten Kutim. Bahkan, Mahulu yang dulu Zona Hijau, sekarang sudah ada yang terkonfirmasi.

“Untuk itu kita mengharapkan masyarakat agar terus meningkatkan kedisplinan diri terhadap protokol kesehatan,” pintanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dalam rakor itu beberapa Kabupaten/Kota sudah membuat Perbup atau Perwali, yang isinya sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan. Di Kutim sendiri, sambungnya, masih digodok Perbup terkait saknsi pelanggar protokol kesehatan.

“Kita ingin masyarakat menyadari bahwa protokol kesehatan sangat penting, untuk meminimalisir resiko terjadinya penularan COVID-19,” tuturnya.

Dalam rakor juga dibahas beberapa kendala, dengan membludaknya jumlah kasus terkonfirmasi, pemeriksaan tes PCR antrian menjadi panjang. Bahkan, adanya mengantiri hingga satu minggu.

“Ini dimaklumi, karena Labkesda di Provinsi itu, menampung se-Kaltim untuk memeriksa PCR tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sekda Kaltim, juga meminta agar anggaran penanggulangan COVID-19 jangan dialihkan dulu. Karena belum bisa dipastikan pandemi COVID-19 akan ada sampai kapan.

“Ya mudah-mudahan Januari nanti, sudah ada vaksi yang betul-betul efektif, membuat orang kebal terhadap COVID, sehingga penularan bisa dikurangi dari sekarang,” tutupnya. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here