Beranda Entertainment Sejak 2006, STIPER Kutim Sudah Luluskan 984 Sarjana

Sejak 2006, STIPER Kutim Sudah Luluskan 984 Sarjana

353 views
0

Ketua STIPER Kutim Prof DR Ir Juraemi M.Si, pada Rapat Senat Terbuka STIPER Kutim, dalam rangka Wisuda Sarjana STIPER Kutim yang ke-XV, yang dihelat di Kantor Pusat STIPER Kutim (Foto : Wahyu Yuli Artanto)

SANGATTA – Sejak berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun 2006 sampai 2020, STIPER Kutim telah mewisuda 984 lulusan. Hal tersebut disampaikan Ketua STIPER Kutim Prof DR Ir Juraemi M.Si, pada Rapat Senat Terbuka STIPER Kutim, dalam rangka Wisuda Sarjana STIPER Kutim yang ke-XV, yang dihelat di Kantor Pusat STIPER Kutim, Selasa (1/9/2020) yang turut dihadiri Sekretaris Kabupaten Drs H Irawansyah, M.Si.

“STIPER Kutim hingga sudah berusia 19 tahun dan sudah 15 kali melaksanakan wisuda. Dari tahun 2006 – 2020, jika digabung semua maka jumlah alumni STIPER hingga kini 984 lulusan,” ungkap Juraemi.

Namun tahun 2020 ini ada 59 wisudawan, sambung Juraemi. Tahun sebelumnya 2018 sebanyak 121 lulusan, 2019 sebanyak 129 dan 59 lulusan. Mengapa menurun? Hal ini tak lain dampak dari pandemic COVID-19.

Lebih lanjut Juraemi menjelaskan, STIPER Kutim merupakan Perguruan Tinggi Eksakta (Bidang ilmu tentang hal-hal yang bersifat konkret yang dapat diketahui dan diselidiki berdasarkan percobaan) tentunya dalam melakukan penelitian. Banyak yang melakukan eksperimen baik dilapangan maupun interaksi dengan masyarakat dan hasil penelitian harus diuji dilaboratorium.

“Seperti laboratorium ilmu tanah, nutrisi, air dan sebagainya. Sedangkan STIPER Kutim tidak memiliki laboratorium tersebut. Kita harus ke UNMUL, namun karena Pandemi disana pun tutup. Inilah kendala-kendala, yang menyebabkan mengapa lulusan tahun ini menurun,” terang Juraemi.

Apalagi di zona merah, saambungnya, Mahasiswa tidak dizinkan masuk ke zona merah untuk melaksanakan ujian. Tidak hanya itu dampaknya. Lulusan kedepan, tingkat lama kelulusannya akan semakin lama.

“Kalau ini tadi rata-rata lama lulus 4,7 Tahun, mungkin kedepan akan menjadi 6,5 tahun. Ini juga akan berdampak pada akreditasi program studi masing-masing. Mudah-mudahan dengan keadaan ini, Pemerintah Pusat dan LLDIKTI bisa memahaminya. Supaya tidak menjadi salah satu penilaian dalam akreditas program studi,” harapnya. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here