Beranda Infrastruktur PDAM TTB Layani Air Bersih 75 KK di Dua Desa Sangkulirang

PDAM TTB Layani Air Bersih 75 KK di Dua Desa Sangkulirang

152 views
0

Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang dalam momen peninjauan SR reguler air bersih PDAM di Sangkulirang. (Irfan Pro Kutim)

SANGKULIRANG – Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang kembali melakukan uji petik air PDAM Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim sekaligus melakukan peninjauan sambungan rumah (SR) reguler di Kecamatan Sangkulirang. Hingga Agustus 2020, PDAM TTB sudah melayani
pelayanan air bersih di dua desa yaitu Desa Benua Baru Ulu dan Benua Baru Ilir, Senin (21/9/2020).

Didampingi Direktur PDAM TTB Suparjan dan Camat Sangkulirang Rahmad, Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengutarakan Pemkab Kutim terus berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan air bersih.

“Dua desa sudah tersambung air bersih PDAM TTB dengan jangkauan wilayah teknis 3,85 persen dan wilayah administrasi 1,34 persen berdasarkan data PDAM TTB,” jelasnya.

Selanjutnya, Kasmidi Bulang mengutarakan untuk layanan sambungan langganan (SL) sudah ada 58 unit setara dengan melayani 317 jiwa.

“Ke depan, saya harap PDAM TTB terus bisa menjangkau desa lainnya di Kecamatan Sangkulirang dengan pelayanan air bersih yang prima,” bebernya.

Sementara itu, Direktur PDAM TTB Suparjan melaporkan progres layanan air bersih di dua desa Kecamatan Sangkulirang sudah 75 Kepala Keluarga (KK) sudah terpasang SR air bersih PDAM hingga September 2020 didukung IPA Kaliorang yang disalurkan melalui Booster KEK Maloy di Desa Bumi Sejahtera Kecamatan Kaliorang dan dipompa menuju Sangkulirang dengan pipa sepanjang 20 kilometer.

“IPA Kaliorang mempunyai kapasitas air sebesar 50 Liter/Detik dengan kapasitas realisasi 3,29 Liter/Detik. Untuk memanfaatkan Idle Capacity (kapasitas menganggur) sebesar 46,71 Liter/Detik,” jelasnya.

Selanjutnya, Suparjan dalam kesempatan itu juga menginformasikan jika rencana program PDAM TTB di tahun depan yaitu mengikuti program hibah air minum perkotaan dengan sumber dana APBN.

“Sasaran target pertama penerima yaitu untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 100 kepala keluarga (KK). Selanjutnya kembali fokus mengembangkan jaringan perpipaan di Sangkulirang,” tegasnya. (hms13/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here