Beranda Entertainment HUT Ke-21 Kutim Bakal Diisi Sidang Paripurna dan Doa Bersama – Digelar...

HUT Ke-21 Kutim Bakal Diisi Sidang Paripurna dan Doa Bersama – Digelar Sederhana, Karena Pandemi Corona

275 views
0

Rapat persiapan HUT ke 21 Kabupaten Kutim  dipimpin Asisten I Suko Buono diruang Arau Kantor Bupati Kutim (Foto : Wahyu Yuli Artanto) 

SANGATTA – Pada 12 Oktober 2020 nanti, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan genap berusia 21 tahun. Jika biasanya hari jadi kabupaten “Tuah Bumi Untung Benua” (slogan Pemkab Kutim) dimeriahkan dengan berbagai acara, maka tahun ini hanya akan ada kegiatan sederhana. Berupa sidang paripurna DPRD dan syukuran biasa dengan undangan terbatas.

Dua kegiatan dimaksud sudah dibahas dalam rapat  yang berlangsung selama satu jam, pukul 10.00 – 11.00 WITA, diruang Arau, Kantor Bupati, Selasa (6/10/2020). Rapat dipimpin Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Seskab Kutim Suko Bouno. Melibatkan Wakapolres Kompol Wawan Rismawan, Kasatpol PP Didi Herdiansyah, Sekretaris DPRD Kutim Iksanuddin Syerpi. Perwakilan Kodim 0909/Sangatta, perwakiln Lanal Sangatta, para Kepala Bagian di Sekretariat Kabupaten Kutim dan undangan lainnya. 

Usai rapat itu, Asisten Pemkesra Suko Buono kepada media mengatakan, pelaksanaan HUT ke 21 Kabupaten Kutim akan digelar sederhana dengan memperhatikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020, tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutim semakin meningkat. Kita (Pemkab Kutim) sudah memberikan sosialisasi terkait pencegahan COVID-19 kepada masyarakat. Untuk itu, pemerintah tentunya juga harus memperhatikan disiplin protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan HUT Kutim ini,” terang Suko. 

Oleh karena itu, sambung Suko, pelaksanaan HUT ke 21 Kabupaten Kutim dimasa pandemi COVID-19 kali ini hanya menggelar sidang paripurna dan syukuran dengan undangan terbatas. Syukuran digelar melalui acara doa bersama. Bukan berbentuk memgundang keramaian atau sejenisnya.

“Bukan ramai-ramai dan nyanyi-nyanyi. Serta akan kita imbau kepada para ulama, pendeta serta pemuka agama lainnya untuk turut mendoakan Kabupaten Kutim. Agar terlepas dari Pandemi COVID-19, sehingga proses pemulihan ekonomi bisa terlaksana,” jelas mantan Kepala Inspektorat Wilayah Kutim ini. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here