Beranda Entertainment Perempuan Harus Berpengetahuan Agar Tak Mudah Dieksploitasi

Perempuan Harus Berpengetahuan Agar Tak Mudah Dieksploitasi

125 views
0

Momen Sosialisasi dan Advokasi Pengarutamaan Gender dan Penyusunan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) diruang Media Center, Diskominfo dan Perstik Kutim, Rabu (14/10/2020).(Wak Hedir Pro Kutim)

SANGATTA- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dr Aisyah berharap melalui sosialisasi dan advokasi pengarustamaan gender (PUG) semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuat perencanaan yang responsif gender.  

“Jadi semua Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) harus responsif gender. Misalnya program Dinkes untuk mencegah kematian ibu dan kematian bayi. Sebenarnya semua (OPD) sudah melaksanakan, tetapi tidak dianalisis ARG (Analisis Responsif Gender) -nya,” terang dr Aisyah, ditemui disela-sela Sosialisasi dan Advokasi Pengarutamaan Gender dan Penyusunan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) diruang Media Center, Diskominfo dan Perstik Kutim, Rabu (14/10/2020).

Mantan Kepala Dinkes Kutim ini menilai, selama ini terjadi kesenjangan antara perempuan dan laki-laki. Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kutim dinilainya sudah cukup tinggi. Tetapi Indek Pembangunan Gender (IPG) IPG masih rendah. Dengan kata lain masih terlalu jomplang. Untuk bisa setara, maka menurutnya harus dicari apa penyebab IPG rendah. 

“Mungkin karena kurangnya perempuan dilibatkan. Misalnya bagaimana perempuan meningkatkan pendapatan keluarga,” tutur dr Aisyah. 

Agar lebih produktif, perempuan tidak harus keluar rumah. Produktivitas bisa diimplementasikan melalui keterampilan. Contohnya menjahit atau home industry lainnya. Disamping itu, OPD juga belum membuat data terpilah, antara laki-laki dan perempuan. Untuk itu ia berharap perempuan dan laki-laki bisa mendapatkan ilmu yang sama. Jangan sampai terjadi diskriminasi pada perempuan. 

“Padahal perempuan juga perlu ilmu pengatahuan, agar bisa eksis. Bisa memiliki penghasilan sendiri. Walaupun tidak harus keluar rumah. Sebab, apabila suatu saat kepala keluarga ada masalah, perempuan bisa menopang keluarga,” jelas Aisyah. 

Tetapi apabila perempuan tidak memiliki pengatahuan atau keterampilan, maka perempuan akan mudah dieksploitasi. Itulah alasan mengapa perempuan memiliki pengetahuan dan keterampilan menjadi penting. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here