Beranda Sosial & Kesehatan Tak Ada Lonjakan Kasus Baru Positif COVID-19 di KPC – Jumlah Ratusan...

Tak Ada Lonjakan Kasus Baru Positif COVID-19 di KPC – Jumlah Ratusan Adalah Akumulasi Sejak April

483 views
0

Momen Pjs Bupati Kutim Moh Jauhar Efendi menghadiri kegiatan di hotel Mercure Samarinda, Jumat (4/12/2020).(Wahyu Pro Kutim) 

SAMARINDA- Isu terkait adanya lonjakan 500 kasus baru terkonfirmasi positif Corona atau COVID-19 di lingkungan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dibantah Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Timur (Kutim) Moh Jauhar Efendi. Namun dia membenarkan bahwa jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 di lingkungan KPC mencapai ratusan orang. Yakni total akumulasi kasus yang dicatat oleh tim Gugus Tugas COVID-19 Kutim. 

“Itu total keseluruhan, artinya (jumlah) sudah lama. Kan sudah ada yang sembuh. Isu yang hari ini 500 (kasus baru) itu tidak benar. Itu total kita saja keseluruhan Kabupaten Kutai Timur 2800 orang (positif) dan yang sudah sembuh cukup banyak,” ucap Jauhar usai menghadiri kegiatan di hotel Mercure Samarinda, Jumat (4/12/2020).

Sebelumnya ia mengaku kaget ketika mendapatkan informasi tersebut. Namun ketika ditelusuri ternyata hanya total keseluruhan karyawan yang terkonfirmasi positif COVID-19. Bahkan informasi terakhir hampir semuanya sudah dinyatakan sembuh.

“Memang di era saat ini harus cek dan ricek (informasi)” jelas Jauhar. 

Sementara itu, Manager External Relations PT KPC Yordhen Ampung mengatakan, total terkonfirmasi positif COVID-19 yang mencapai ratusan itu berdasarkan akumulasi sejak April 2020. Dia juga membantah ada karyawan KPC dirawat di RS AW Sjahranie.

“Per tanggal 3 Desember 2020, kasus positif di KPC tinggal 62 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 orang menjalani isolasi mandiri di fasilitas perusahaan dan 4 orang yang bergejala dirawat di RSUD Kudungga,” ujar Yordhen.

Bahkan sejak 26 Maret 2020, KPC tidak membolehkan karyawannnya keluar dari wilayah Kutim. Jika memang tidak ada kegiatan mendesak. Aturan itu masih berlaku sampai saat ini. (hms7/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here