Moh Jauhar Efendi didampingi istri memberikan sambutan diacara perpisahan di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. (Wahyu Yuli Artanto Pro Kutim)

SANGATTA- Setelah 71 hari menjakankan amanah sebagai Pjs Bupati Kutim, akhirnya Mohammad Jauhar Efendi berpamitan, pada Sabtu (5/12/2020). Selanjutnya pucuk pimpinan Pemkab Kutim kembali diserahkan kepada Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang, yang sebelumnya cuti karena pencalonan di Pilkada. 

“Alhamdulillah hari ini adalah hari terakhir saya sebagai Pjs Bupati Kutai Timur. Selama 71 hari sarapan pagi,” ungkap Moh Jauhar Efendi kemudian otomatis kembali ke Pemprov Kaltim sebagai Asisten Pemkesra. 

Jauhar yang juga mantan Kabiro Humas Setprov Kaltim itu menyampaikan terimakasih berkat dengan dukungan masyarakat Kutim, semua tugas yang dilaksanakan olehnya selaku pimpinan selama ini dapat berjalan lancar.

“Luar biasa ternyata masyarakat Kutim sangat terbuka. Kami merasa senang dan bangga dan itu menjadi catatan (baik) kami. InsyaAllah Kutai Timur akan selalu saya kenang,” tutur Jauhar yang mengenakan batuk motif serupa dengan sang istri Rina Marlina. 

Acara perpisahan dikemas sederhana dibawah koordinasi Kepala Bagian Umum Pemkab Kutim, Teddy Febrian. Berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. Acara yang dimulai pukul 20.30 WITA dihadiri kalangan pejabat dan perwakilan dari beberapa perusahaan di Kutim. Hampir semua perwakilan memberikan sebuah bingkisan atau cindera mata untuk Jauhar Efendi sebagai kenang-kenangan. Tak lupa ayah lima anak itu juga memberikan kalimat pesan menarik yang khusus disampaikan di momen perpisahan tersebut.

“Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, bukan perpisahan yang kutangisi tapi pertemuan yang kusesali,” ucap Jauhar Efendi disambut riuh tawa para tamu undangan.

MJE sapaan akrab Jauhar, menyampaikan permohonan maaf kepada para pihak apabila selama menjabat sebagai Pjs Bupati Kutim, melakukan kesalahan sengaja maupun tidak. Termasuk kekurangannya saat memimpin di Kutim. Di Kutim dia merasakan kesan baik dan positif, sebab merasakan begitu banyak kehangatan dari masyarakat maupun seluruh pegawai lingkup Pemkab Kutim. 

Meski memimpin dalam waktu singkat, namun Jauhar diketahui sukses melakukan beberapa gebrakan. Diawal memimpin ia langsung memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan lancar. Memfasilitasi progres pelaksanaan Pilkada Kutim, termasuk menjaga netralitas ASN. Mengimplementasikan pemberlakuan jam malam dengan dukungan Perbup yang sudah ada. Sehingga mampu mengendalikan penyebaran virus Corona atau COVID-19 hingga diakhir masa jabatannya membuat Kutim kembali ke zona kuning. 

Selain itu, Jauhar pun sempat mengawal anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan TK2D Kutim. Menutup Perusahaan Sawit PT FAM sesuai tenggang waktu, akibat tidak mengindahkan teguran Pemkab Kutim. Terakhir mengejar dan mengembalikan aset-aset kendaraan dinas yang digunakan tidak sesuai peruntukkan dan beberapa capaian lainnya. Selama 71 hari bertugas, Jauhar juga melaksanakan agenda kerja seperti melakukan kunjungan kerja ke kecamatan. Yakni Bengalon, Rantau Pulung, Teluk Pandan, Sangatta Selatan dan Sangatta Utara. Kemudian Muara Wahau, Kongbeng, Telen, Sangkulirang, Sandaran serta Kaubun. (hms7/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here