Beranda Pemerintahan Lulusan BLKI Mandiri Kutim Harus Kerja – Plt Bupati Berencana Surati Perusahaan

Lulusan BLKI Mandiri Kutim Harus Kerja – Plt Bupati Berencana Surati Perusahaan

910 views
0

Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang dalam momen penutupan PBK di BLKI Mandiri Kutim. Foto: Irfan Pro Kutim

SANGATTA – Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) gelaran Disnaker melalui UPT Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri Kutim di Aula UPT BLKI Mandiri Jalan Sidodadi, berakhir Selasa (8/12/2020). Pelatihan ini ditutup Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang dan disaksikan Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sudirman Latif.

Dalam kesempatan itu, Kasmidi mengapresiasi BLKI Mandiri yang sudah mencetak orang-orang dengan kemampuan (skill) dan bersertifikat resmi. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui Disnaker terus memaksimalkan peran BLKI Mandiri di daerah yang didukung menggunakan dana APBN. BLKI dengan konsep PBK diyakini mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Lulusan BLKI akan menjadi tenaga kerja yang tidak hanya kompeten dan berdaya saing tinggi tapi juga tersertifikasi. Sehingga cepat diserap industri,” terang Kasmidi disaksikan para undangan yang hadir seperti mitra kerja BLKI Mandiri Kutim dari perwakilan perusahaan PT KPC dan PT Pama.

Selanjutnya, Kasmidi memprediksi jelang 2024 nanti akan ada penyerapan tenaga kerja secara besar-besaran. Untuk itu, tenaga kerja di Kutim harus dipersiapkan dari sekarang. Intinya warga Kutim jangan jadi penonton. Pasca PBK, harus bisa bekerja di perusahaan yang sesuai dengan skill yang ditekuni. 

“BLK kita jadi sarana, kalau bisa jangan sampai pelatihan saja, harus dikawal jangan sampai menganggur, harus kita priotitaskan (mendapat pekerjaan). Ini meminimalisir kemiskinan seperti pengangguran,” tegas Kasmidi.

Ia pun akan meminta Disnaker dan BLKI Mandiri Kutim intens berkoordinasi dan bersinergi dalam program-program. Tidak hanya seperti PBK, tapi lulusan BLKI ini bisa melakukan magang atau praktek kerja lapangan (PKL) di perusahaan yang ada di Kutim. Demi memuluskan rencana itu, Kasmidi berencana menyurati pihak perusahaan, agar lulusan BLKI Mandiri Kutim bisa langsung mengapikasikan ilmunya di dunia kerja. 

“Kita terus dukung para anak-anak yang sudah praktik di bidang otomotif dan bangunan serta ibu-ibu yang sudah mahir menjahit dan dirasa punya skill mumpuni bisa digunakan ilmunya di lapangan,” ulasnya.

Lebih jauh, Kasmidi menuturkan untuk ibu-ibu yang sudah menjahit juga bisa menciptakan peluang bisnis dengan membuat UMKM. Nantinya Disperindagkop bisa memperhatikan prospek ini agar para ibu-ibu bisa dibantu dalam pengembangan produknya maupun promosinya. Dibantu dari subsidi APBD Kutim jika memang ada proposal yang masuk ke Pemkab Kutim. Peluang-peluang yang ada harus dimanfaatkan. Dengan fokus harus membangun Kutim. Contohnya saja dengan menciptakan industri jasa maupun kreatif. Kutim harus menjadi magnet mencari kerja. Mengapa? Karena ke depan di Kutim akan ada pabrik semen dan metanol. 

“Ini kesempatan emas, lulusan BLKI Mandiri Kutim bisa berperan aktif masuk mengisi menjadi tenaga kerjanya yang profesional,” urainya.

Sementara itu, Plt Kadisnaker Kutim Sudirman Latif melaporkan tahun ini BLKI Mandiri Kutim menggeber sebanyak 6 paket program dengan 96 orang yang ikut PBK. Terbagi dalam jurusan pengelasan, bangunan, dan menjahit. Mereka dilatih oleh instrukrur khusus dari lokal dan pengajar dari luar.

Sudirman mengatakan PBK ini ditopang oleh tiga pilar utama. Pertama, untuk membangun SDM unggulberbasis kompetensi diperlukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indoensia (SKKNI). Kedua, PBK yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan di tempat kerja. Sedangkan pilar ketiga adalah sertifikasi kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi, dan dilaksanakan oleh lembaga yang memiliki otoritas.

“Pembekalan keterampilan melalui PBK yang diaplikasikan oleh balai-balai pelatihan kerja menjadi alternatif dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan global yang semakin ketat,” ujarnya. (hms13/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here