Beranda Kutai Timur Peringatan Puncak HKG-PKK, BBGRM 2021 – Bupati Kutim Berharap Bukan Sekedar Seremonial...

Peringatan Puncak HKG-PKK, BBGRM 2021 – Bupati Kutim Berharap Bukan Sekedar Seremonial Belaka

110 views
0

Suasana mengikuti puncak HKG-PKK secara virtual di ruang Tempudau. (Wahyu Pro Kutim)

SANGATTA- Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meminta agar Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK), Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) setiap tahun tak hanya sebatas seremonial belaka. Apalagi biasanya kegiatan dimaksud kerap mengeluarkan biaya yang sangat besar. Dia lantas meminya kepada DPMD Kutim, bisa menjadikan suatu kegiatan agenda yang masuk dalam kepemerintahannya. 

Pesan tegas tersebut diutarakan olehnya usai mengikuti peringatan puncak HKG PKK ke 49 dan BBGRM ke 18 tahun 2021 serta Rakerda VI TP-PKK Kaltim, Senin (5/4/2021).

“Jangan sampai (peringatan HKG PKK dan BBGRM) ini hanya kegiatan seremonial, tapi (nyatanya) implementasi gotong royongnya belum kita lihat di lapangan. Padahal menjadi khas Indonesia,” tegasnya, usai mengikuti kegiatan melalui konferensi video Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, dari Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim.

Demi implementasi sinergi program yang baik, Ardiansyah meminta agar lembaga-lembaga terkait, OPD maupun pihak ketiga diharapkan selalu berkoordinasi dengan TP-PKK. Pasalnya PKK khususnya memiliki kegiatan yang sangat bersinggungan dengan masyarakat dan hal tersebut pasti membantu pemerintah. 

“Oleh karena itu, OPD atau lembaga terkait bisa melakukan koordinasi kegiatan yang bisa disatukan dengan TP-PKK,” pinta Ardiansyah dihadapan Asisten Pemkesra Suko Buono, Plt DPMD Kutim Rakhmat Rosadi, Ketua TP-PKK Kutim Siti Robiah dan jajarannya serta tamu undangan lainnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Isran Noor saat membuka kegiatan tersebut mengatakan,  seluruh kegiatan yang ada di TP-PKK sejalan dengan OPD. TP-PKK memang tidak punya anggaran namun implementasi program kerjanya terafiliasi di setiap instansi. Jadi bila dikoordinasikan dengan baik, bisa dipastikan berjalan dengan bagus. Contohnya peran TP PKK dalam pencegahan COVID-19.

“Jadi sebenarnya TP-PKK tidak bakal kurang (anggaran kegiatan), bahkan kelebihan kerjaan. Tidak pantas menyebut mereka perempuan kurang kerjaan,” kata Isran yang juga pembina TP-PKK Kaltim.

Selanjutnya dia berharap TP-PKK dan seluruh organisasi wanita yang ada diharapkan bisa berkoordinasi dari jajaran pemerintah di semua tingkatan. (hms7/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here