Beranda Umum & Ekonomi Hampir Seribu Rumah Tak Layak Huni di Kutim Bakal Di bedah –...

Hampir Seribu Rumah Tak Layak Huni di Kutim Bakal Di bedah – Implementasi BSPS Pusat dan Provinsi Kaltim

575 views
1

Contoh rumah tak layak huni usai di bedah. (Ist)

SANGATTA– Melalui beberapa tahapan, rencananya rumah tak layak huni milik masyarakat di Kutai Timur (Kutim) akan mendapat “sentuhan” pemerintah. Melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahap 1 tahun ini, Kabupaten Kutim mendapatkan alokasi ratusan unit program bedah rumah. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya. 

 “Alhamdulilah grafiknya (jumlah alokasi) meningkat. Jika tahun lalu sebanyak 500-an unit, sekarang 769 unit. (Peningkatan) Jumlah itu berkat aspirasi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Irwan,” ungkap Kepala Bidang Perumahan Deky Hermawan mewakili pimpinannya, saat ditemui Pro Kutim, Selasa (20/4/2021).

Dari Dinas Perkim Kutim, Deky menjelaskan bahwa jumlah rumah yang akan dibedah bertambah, dengan adanya alokasi 150 unit rumah dari Pemprov Kaltim. Namun begitu, pihaknya masih mengusahakan agar Kutim bisa mendapat alokasi bedah rumah hingga 1.000 unit. 

Merinci penjelasannya, Deky menyebut nilai biaya bantuan yang digelontorkan untuk setiap unit rumah juga meningkat. Tahun lalu, nilai bantuan sebesar Rp 17,5 juta. Dengan rincian Rp 15 juta untuk biaya material dan upah tukang Rp 2,5 juta per rumah. Sedangkan tahun ini sebesar Rp 20 juta. Yaknj Rp 17,5 juta untuk material dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang, per rumah.

Demi memperlancar program ini, mulai minggu lalu pihaknya bersama tim telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Berikut serah terima buku tabungan BNI program BSPS kepada penerima bantuan. Setelah 14 hari menerima buku tabungan itu, sambung Deky, mereka bisa menagihkan bahan material ditoko yang telah ditentukan.

Ditempat yang sama, Koordinator Tim IR- 1 Kutim, Kahirudin menambahkan, tahun ini di Kutim ada 32 desa dari 16 Kecamatan yang mendapat BSPS tersebut. Tahap berikutnya di dua Kecamatan yang belum. Yakni, Kecamatan Long Mesangat dan Busang yang bakal diprioritas. 

“Namun bukan berarti tidak ada program (aspirasi Irwan) di dua Kecamatan itu. Ada 5 desa yang mendapatkan program irigasinya,” ucap Kahirudin saat melakukan koordinasi dengan tim teknis dari Balai Kementerian dan tim teknis Dinas Perkim Kutim serta para pendamping desa di Kantor Dinas Perkim.  

Lebih jauh Kahirudin mengatakan bahwa Tim IR-1 selalu berkoordinasi untuk melaksanakan pengawasan program, proses pelaksanaan rehap rumah sampai selesai. Artinya mulai dari pendistribusian material, pengerjaan rumah mendapat pengawasan. Artinya penerima bantuan mendapat pendampingan hingga tuntas. 

“Target pengerjaan (bedah rumah) 5 bulan, sejak SK dikeluarkan. Saat ini sudah berjalan kurang lebih 2 bulan, masih ada 3 bulan proses penyelesaiannya. Sebagian rumah sudah selesai pengerjaannya,” jelas Kahirudin. (hms15/hms3)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here