Beranda Entertainment Batik Kutim Harus Dilestarikan – Ardiansyah: Produk Mesti Dipatenkan

Batik Kutim Harus Dilestarikan – Ardiansyah: Produk Mesti Dipatenkan

152 views
0

Momen Bupati bersama komunitas pebatik Kutim. (Wahyu Pro Kutim)

SANGATTA – Kamis (29/4/2021) pagi, Bupati Kutai Timur Drs Ardiansyah Sulaiman menerima kunjungan silaturahmi Komunitas Pebatik Kutim diruang kerja Bupati Kutim, Kantor Sekretariat Kabupaten Kutim. Dalam acara itu hadir pula Kepala bidang pengembangan Pemuda Dispora Kutim Basuki Isnanwan, Camat Sangatta Utara Basuni, Yuliana Datu Bua selaku Manager Community Empowerment KPC dan para pebatik se Kutim.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyambut baik kehadiran mereka, ia pun mengapresiasi para pebatik Kutim tersebut, pasalnya masih mampu mengekspresikan karya-karya hingga saat ini. Ia pun mengingatkan kedepan kebutuhan pasar kain batik pasti meningkat, untuk itu harus bisa mengimbangi produksi dengan permintaan.

“Jadi, ini merupakan karya-karya yang harus di lestarikan. Semoga bisa segera dipatenkan produk-produk khas Kutim ini,” ujarnya.

Ardiansyah menyarankan segera bersurat ke pemerintah untuk segera memantenkan hak cipta, agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. Ia pun berharap pebatik bisa berdiri sendiri yakni bisa mandiri, jadi tidak tergantung pada stakeholder secara terus menerus.

Sebelumnya, Masniar, selaku perwakilan komunitas pebatik Kutim memaparkan segala kendala yang dirasakan oleh pebatik se Kutim serta harapan mereka. Antara lain, minimnya orderan dari pihak pemerintah dan perusahaan untuk pemesanan batik, diharapkan promosi pun harus terus digalakan oleh pemerintah. Selanjutnya mahalnya biaya pembuatan hak cipta pada motif batik.

“Mengoptimalkan peran pemerintah untuk mendukung batik lokal sebagai motif untuk dipakai OPD, sekolah, perusahaan dan lembaga masyarakat,” harapnya.

Opsi memasukkan batik, lanjut ia mengatakan, sebagai muatan lokal untuk dijadikan kurikulum di dunia pendidikan. Terakhir, para komunitas berharap kedepan tidak adanya duplikasi motif batik tanpa seizin komunitas. (hms7/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here