Beranda Kutai Timur Kunjungan Ke Kaubun, Bupati Sebut Jalan Desa Mata Air Masuk Prioritas 2022

Kunjungan Ke Kaubun, Bupati Sebut Jalan Desa Mata Air Masuk Prioritas 2022

139 views
0

Momen Bupati Kutim kunjungan di Kecamatan Kaubun. (Dok Pro Kutim)

KAUBUN – Selain listrik dan air, akses jalan yang susah, masih menjadi persoalan prioritas yang selalu disampaikan oleh masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sebab, dengan kondisi akses jalan yang rusak, menjadi salah satu kendala dalam usaha meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dalam kunjungan Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, Sabtu (22/5/2021), Pj Kepala Desa Mata Air, M Yusni, menyampaikan akses jalan adalah prioritas yang selalu disampaikan pada setiap kali Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan.

“Jalan yang bapak (Bupati) lewati tadi, sengaja memang tidak diperbaiki. Agar milhat langsung bagaimana susahnya akses jalan yang ditempuh oleh masyarakat disini (Desa Mata Air). Sebagian besar usaha masyakat adalah tanaman sawit, milik pribadi bukan plasma, dengan kondisi jalan seperti ini susah dibawa keluar,” ungkap Yusni.

Mendengarkan aspirasi masyarakat, Bupati Ardiansyah prihatin. Dia mengaku sebelum menjadi Bupati kembali, dirinya sudah berapa kali melalui jalan tersebut. Sehingga, bisa merasakan apa yang dirasakan masyarakat.

“Diusahakan tahun 2022, namun memang tidak bisa langsung semuanya. Kita bekerja merangkak, dengan kondisi melihat kondisi keuangan. Mudah-mudahan APBD kita (Kutim) tahun depan bisa kita tingkatkan lagi,” ucap Ardiansyah, saat melakukan peninjuan Pertamina Desa milik BUMDES GEMARI, Desa Mata Air, Kecamatan Kaubun.

Ardiansyah meminta masyarakat untuk sabar, memang permasalahan instruktur menjadi persoalan prioritas di Kutim. Dia berharap satu persatu, permasalahan disetiap desa, Kecamatan bisa terselesaikan.

“Maka itu, 50 persen dari APBD Kutim adalah untuk instruktur,” kata Ardiansyah.

Disamping itu, sambung Ardiansyah, Desa juga mendapatkan anggaran dari pusat melalui Dana Desa (DD) yang bisa digunakan untuk kegiatan fisik maupun fisik. Untuk diharapkan desa dapat menggunakan untuk pembangunan infrastruktur jalannya.

“Juga termasuk perusahaan yang ada di sekitar. Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Jadi, bantulah masyarakat dengan melihat kondisi yang ada,” tuturnya. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here