Beranda Pariwisata Pantai Teluk Kaba Destinasi Wisata Mangrove, Rumput Laut hingga Santap Sea Food

Pantai Teluk Kaba Destinasi Wisata Mangrove, Rumput Laut hingga Santap Sea Food

223 views
0
DCIM100MEDIADJI_0007.JPG

Landscape foto udara kawasan perumahan nelayan dan bentangan hutan mangrove di Pantai Teluk Kaba begitu memesona. Foto: Askar

TELUK PANDAN – Jika ada waktu luang atau senggang, datang saja ke Pantai Teluk Kaba di Desa Kandolo Kecamatan Teluk Pandan. Pantai ini menjadi salah satu gugusan perairan di perbatasan Kutai Timur (Kutim) dan Bontang yang sayang jika dilewatkan oleh traveler.

Pantai Teluk Kaba yang masih terletak dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) merupakan salah satu objek wisata alam pantai yang masih asli bentangan alamnya. Hutan-hutan mangrove di sekitar lokasi juga tampak masih belum tersentuh oleh penduduk dan pendatang.

Jika berangkat dari Kota Sangatta (ibu kota Kutim) membutuhkan waktu sekitar 1 jam menuju Jalan Poros Sangatta-Bontang. Sebelum masuk ada gerbang perbatasan yang ada di Desa Kandolo. Dari pinggir jalan, harus masuk dengan jarak tempuh 5 kilometer dan membutuhkan waktu 45 menit menuju kawasan Pantai Teluk Kaba dengan melintasi jalan tidak mulus yakni kontur tanah.

“Waktu yang tepat untuk ke Teluk Kaba jika musim cuaca cerah. Jika turun hujan jalan tampak susah dilewatin karena berlumpur,” ucap Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kutim Askar.

Ia menambahkan wisata di Pantai Teluk Kaba memang belum sepopuler Teluk Lombok atau Teluk Perancis di Kecamatan Sangatta Selatan, namun pantai ini punya keunikan dan keunggulan tersendiri.

“Selain bisa melihat perkampungan nelayan yang rapi, traveler bisa melakukan kegiatan berenang dengan snorkeling, berkeliling mangrove menggunakan kapal, edukasi rumput laut dan tentunya di sekitar rumah warga juga menyediakan jasa makanan sea food yang bisa dipesan oleh traveler,” terangnya kepada Pro Kutim, Minggu (6/6/2021).

Sementara itu, Kepala Seksi Objek Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim Akhmad Rifanie mengutarakan jika memang perkampungan di Pantai Teluk Kaba ini dihuni oleh nelayan dan petani rumput laut. Ketika memasuki wilayah Teluk Kaba pengunjung akan disuguhi dengan aktivitas masyarakat. Mereka akan mengolah rumput laut yang selanjutnya akan dipasarkan dalam bentuk kering karena nilai jualnya lebih tinggi.

“Dua mata pencaharian ini yang menjadi denyut nadi perekonomian di Pantai Teluk Kaba. Dari perkampungan ini, kita juga dapat menyewa perahu untuk diantarkan ke Pantai Teluk Kaba juga ada Pantai Sangkima dengan pasir putih yang ada di Kecamatan Sangatta Selatan. Posisinya memang berdekatan dibatasi dengan hutan-hutan bakau tinggi,” ungkapnya.

Selanjutnya, daya tarik yang menonjol di kawasan ini pemandangan pantai dan lautnya tampak diapit oleh dua tanjung kecil menghadap ke Selat Makassar.

“Pantai ini tidak mempunyai dataran landai seperti pantai pada umumnya namun dapat menjadi satu ciri khas dari Pantai Teluk Kaba. Pemandangan alam yang asri sangat cocok digunakan sebagai spot foto yang instagramable. Tak heran jika banyak pengunjung yang datang ke destinasi wisata ini untuk mengabadikan momen-momen indah saat berada di pantai ini,” urainya.(hms13/hms7/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here