Beranda Pemerintahan Satgas COVID-19 Kutim Antisipasi Lonjakan Kasus Baru – Perhatikan BOR, Siapkan RS...

Satgas COVID-19 Kutim Antisipasi Lonjakan Kasus Baru – Perhatikan BOR, Siapkan RS Swasta Hingga Rumah Karantina

42 views
0

Rapat terkini dilaksanakan, Selasa (27/7/2021), diruang Yhuda Markas Kodim 0909/Kutim. (Wak Hedir Pro Kutim)

SANGATTA- Mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Tim Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 terus melakukan rapat evaluasi. Terkait upaya-upaya penanggulangan dan pencegahan penularan virus Corona. Intensitas rapat bahkan disepakati dilaksanakan setiap tiga hari. Rapat terkini dilaksanakan, Selasa (27/7/2021), diruang Yhuda Markas Kodim 0909/Kutim. Dipimpin Ketua Satgas COVID-19 Kutim, Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Fokus utama pembahasan rapat yakni Kesiapan Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit. Yakni persentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu. Indiktor ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan dari tempat tidur rumah sakit.

Bupati Ardiansyah usai rapat mengungkapkan bahwa Kutim menyiapkam sebanyak 40 persen BOR rumah sakit. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi COVID-19. Persiapan itu termasuk ruang perawatan dan ICU ( intensive care unit).

“Kita juga minta bantuan pihak ketiga, perusahaan untuk membantu rumah sakit apa saja yang dibutuhkan. PT KPC akan mengkoordinir perusahaan yang ada terkait hal itu,” ucap Ardiansyah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani saat rapat menjelaskan bahwa beberapa rumah sakit swasta telah menyiapkan ruang untuk perawatan COVID-19. Beberapa rumah sakit itu, diantaranya RS Medika, RS PKT dan RS Meloy. Serta Klinik Pratama PT KPC juga akan menyiapkan ruang perawatan di Gedung Swarga Bara. 

“Disamping ada rencana untuk memperluas rumah karantina. Telah dilakukan survei di Stadion Kudungga dan SMADA, yang memungkinkan adalah SMADA. Ada sekitar 150 tempat tidur di mess-nya, yang akan bisa diatur 2 bed dalam satu kamar. Jadi bisa sekitar 90 orang,” ungkap Bahrani. 

Sementara itu, Direktur RSUD Kudungga Sangatta dr Anik Istiyandari mengatakan 50 persen pelayanan RSUD Sangatta adalah untuk COVID-19. Saat ini sudah ditingkatkan dari 101 bed, menjadi 115 bed untuk perawatan pasien COVID-19. 

“Itu termasuk 16 bed di ruang ICU. Ketersediaan oksigen juga terus dipantau, dari 45 masih tersisa 12 tabung. Untuk obat masih tersedia, namun untuk vitamin B masih kosong dan masih PO (pre order),” terang Anik. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here