Beranda Kutai Timur Vaksinator Terbatas, Dinkes Kutim Apresiasi Stakeholder Ikut Sukseskan Vaksinasi COVID-19

Vaksinator Terbatas, Dinkes Kutim Apresiasi Stakeholder Ikut Sukseskan Vaksinasi COVID-19

43 views
0

Kadinkes Kutim dr Bahrani. (Wahyu Yuli Artanto Pro Kutim)

SANGATTA- Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur (Dinkes Kutim) dr Bahrani mengatakan bahwa kesuksesan program vaksinasi COVID-19 massal memerlukan dukungan semua pihak. Tak hanya pemerintah, dalam hal ini Pemkab Kutim, namun juga jajaran TNI-Polri serta stakeholder lainnya. Bahrani menyebut pihaknya akan mendukung  pendistribusian vaksin apabila ada stakeholder yang siap melaksanakan vaksinasi massal.

“Kita mau seluruh masyarakat Kutai Timur capat mendapat vaksin. Agar cepat terbentuk hers immunity demi menangkal COVID-19. Kita berharap vaksin yang ada cepat distribusikan. Siapapun yang melaksanakan (vaksinasi) nggak masalah, maksudnya instansi apapun. Contohnya besok ada Makolanal Sangatta yang akan melaksanakan vaksinasi massal juga untuk pelajar sebanyak 500 dosis,” jelasnya.

Dukungan para pihak lainnya dalam menyukseskan program vaksinasi massal ini sangat diapresiasi Kadinkes. Pasalnya, pihak Dinkes Kutim memang memiliki keterbatasan vaksinator atau petugas penyuntik vaksin. Sementara ini untuk sekali menggelar kegiatan vaksinasi, Dinkes mesti mengerahkan setidaknya 70 personel. Mulai dari petugas antrean di depan, petugas keamanan, petugas administrasi, pengukur tensi tekanan darah, hingga vaksinator. Kurangnya vaksinator menjadi satu kendala yang akan segera ditangani Dinkes.

“Dengan petugas yang tersedia, terutama jumlah vaksinator yang terbatas, kita hanya mampu maksimal menyelesaikan target vaksin antara 1000 sampai 1500 orang. Itupun dikerjakan hingga larut malam sampai administrasi selesai,” sebut Bahrani.

Akibatnya, pelaksanaan vaksinasi massal tak bisa dilakukan setiap hari. Harus ada jeda demi menjaga stamina para petugas di lapangan. Memang Kutim memiliki banyak perawat, namun tidak sembarang perawat bisa menyuntik, boleh menyuntik vaksin  COVID-19. Kecuali perawat yang punya sertifikasi khusus. Maka dari itu dalam waktu dekat, Dinkes akan mengirimkan sejumlah perawat untuk mengikuti pelatihan penyuntikan vaksin COVID-19 di Balai Pelatihan Kesehatan Kalimantan Timur (Bapelkes Kaltim). 

“Diharapkan dengan bertambahnya vaksinator di Kutim, nantinya bisa mempercepat pencapaian target vaksinasi COVID-19 massal. Sehingga upaya Pemkab Kutim dalam menciptakan herd immunity masyarakat lekas tercapai,” harap Bahrani. (hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here