Beranda Infrastruktur Camat Sangkulirang, Kaliorang dan PDAM Mesti Koordinasi Intens – Bicarakan Pengelolaan Sumber...

Camat Sangkulirang, Kaliorang dan PDAM Mesti Koordinasi Intens – Bicarakan Pengelolaan Sumber Air Bak

20 views
0

Suasana pertemuan Direktur PDAM TTB Kutim Suparjan dan Camat Sangkulirang Rahmat, Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim Irawansyah, Kepala Bagian Teknik PDAM dan Kepala Unit PDAM Kaliorang-Sangkulirang Takim serta Sekretaris Camat Sangkulirang Cipto Buntoro. (ist)

SANGKULIRANG – Saat pertemuan jajaran Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (PDAM TTB Kutim) dengan Pemerintah Kecamatan Sangkulirang, Jumat (8/10/2021), tak hanya Direktur PDAM TTB Kutim Suparjan dan Camat Sangkulirang Rahmat yang hadir. Namun juga ada Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim Irawansyah, Kepala Bagian Teknik PDAM dan Kepala Unit PDAM Kaliorang-Sangkulirang Takim serta Sekretaris Camat Sangkulirang Cipto Buntoro.

Pertemuan itu membahas masalah macetnya distribusi air bersih selama beberapa hari di Sangkulirang. Secara umum, hasil rapat selesai dengan penyampaian kendala dari pihak PDAM TTB Kutim. Selanjutnya masalah tersebut segera diatasi. Sementara itu pihak kecamatan Sangkulirang akan segera menyampaikan informasi terkait kendala dimaksud kepada masyarakat. Agar warga yang mengeluh dapat memaklumi kendala teknis yang sedang ditangani PDAM Kutim.

Seskab Kutim Irawansyah berharap kendala terkait terhambatnya aliran air menuju rumah warga di Sangkulirang dan sekitarnya tidak terjadi lagi. PDAM Kutim diharapkan ke depan dapat meningkatkan pelayanan distribusi air bersih di Kaliorang dan Sangkulirang secara bertahap.

“Pelayanan tak hanya 8 jam tapi bisa 24 jam sehari. Sebab air bersih sangat didambakan warga Sangkulirang dan warga pesisir umumnya,” harapnya.

Meski demikian, apabila meteran air terus jalan tetapi tak ada air bersih yang mengalir, tentunya diperlukan pengecekan di lapangan. Agar masalah teknis lekas diketahui dan diselesaikan.

Selain itu, terkait rencana pemanfaatan embung di Desa Benua Baru ulu oleh PDAM Kutim, Irawansyah mengatakan bahwa memang sudah seharusnya warga mendukung. Dengan kata lain tak ada alasan masyarakat menolak. Karena saat ini embung masih dikelola BUMDes, maka Irawansyah menyarankan agar PDAM Kutim dan BUMDes dapat berkomunikasi intens membicarakan program kolaborasi pengelolaan air bersih untuk di distribusikan kepada masyarakat. Sehingga harga dan kualitas air bersih yang diperoleh lebih murah serta semakin baik.

Berikutnya apabila program pemasangan sambungan langsung (SL) didukung beberapa program yang nantinya menjadikannya lebih murah, Irawansyah berharap PDAM bisa menyeleksi masyarakat yang benar-benar tidak mampu atau perlu dibantu.

“Saya berharap semua masyarakat Sangkulirang dapat merasakan air bersih,” ujar Irawansyah.

Sedangkan untuk persoalan sumber air baku di Kaliorang yang masih sebagian digunakan warga untuk menggerakan kincir pembangkit listrik, Seskab meminta agar Pemerintah Kecamatan Sangkulirang dan Kaliorang melakukan koordinasi intensif. Karena menurut dia, camat nantinya yang akan memyampaikan kendala kepada masyarakat. Agar pengolahan air tidak terhambat. PDAM mesti segera mengamankan sumber air dan masyarakat mesti diajak berembuk agar sepakat membantu PDAM.

“Sosialisasikan ke masyarakat, bahwa daerah sumber air dilindungi,” tegasnya.

Terakhir Irawansyah meminta jajaran PDAM TTB Kutim terus semangat melayani. Meski dikritik harus terus maju dan PDAM tak boleh menghindar jika ada keluhan masyarakat.

Sementara itu Arjohansyah selaku Dewan Pengawas PDAM TTB Kutim menyebut bahwa pihaknya akan mengevaluasi segala keluhan masyarakat. Dia juga mendukung rencana program kolaborasi pengelolaan embung di Sangkulirang antara PDAM Kutim dengan BUMDes setempat.

“Koordinasi yang sudah baik akan ditingkatkan. Sumber air baku juga akan dimaksimalkan. Selanjutnya pemamfaatan embung mesti dibicarakan lebih, agar ada benefit juga bagi BUMDes,” ujarnya.

Terkait pemanfaatan sumber air baku di pengunungan kars di Kaliorang, Arjohansyah menyarankan ada koordinasi dan sinkronisasi pemerintah dua kecamatan. Yaitu Pemerintah Kecamatan Kaliorang dan Sangkulirang.

Sekcam Sangkulirang saat menyampaikan resume rapat mengatakan, program DAK untuk jaringan PDAM dilaksanakan sepanjang 11 kilometer menjangkau 800 KK. Masuknya distribusi air bersih PDAM dapat mengatasi disparitas harga, yaitu Rp 25 ribu untuk per kubik air dari BUMDes dan Rp 2 ribu per kubik untuk air PDAM. Dia menyarankan agar PDAM tak hanya memaksimalkan embung yang ada di Sangkulirang, tetapi juga embung yang terdapat di Maloy. (hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here