Beranda Entertainment Satukan Visi Misi, FPKS Fokuskan Kesejahteraan Petani Kutim

Satukan Visi Misi, FPKS Fokuskan Kesejahteraan Petani Kutim

105 views
0

FPKS Kutim bersama Pembina FPKS Mahyudin dalam momen silaturahmi dan pemantapan program memajukan produksi sawit dan kesejahteraan petani sawit Kutim. Foto: irfan

SANGATTA – Ketua Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kutim Asbudi menegaskan jika pihaknya tengah fokus menyatukan visi misi dalam produksi perkembangan kelapa sawit ke depan. Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan ramah-tamah sekaligus silaturahmi bersama Pembina FPKS Kutim Mahyudin dan Arfan bersama dengan jajaran pengurus dan anggota yang berasal dari Bengalon, Rantau Pulung dan Sangatta serta ada yang berasal dari luar Kutim yakni Bontang di Kafe Kopikai di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Sabtu (2/10/2021) malam kemarin.

Menurutnya FPKS tengah fokus dalam kesejahteraan petani sawit.

“FPKS ingin solid dalam pandangan dalam mengikuti perkembangan informasi dan kemajuan sawit di Kutim,” tegasnya.

Ia menceritakan jejak sejarah bagaimana perjuangan dunia produksi sawit Kutim mulai dari merintis. Ketika belum ada FPKS, harga sawit seperti tidak ada tawar-menawarnya. Harga di pasaran hancur akhirnya membuat petani sawit di Kutim bingung dan tidak punya solusi. Hingga puncaknya tandan buah segar (TBS) dibiarkan membusuk.

“Itu kisahnya sekitar 2019 lalu. Harga TBS hanya 400 per kilo. Kita sempat demo sekitar 800 turun ke lapangan untuk menemui beberapa perusahaan. Alhamdulillah, atas perjuangan teman-teman naik menjadi 900 per kilo. Nah, kini sudah mencapai 2.700 per kilo,” terang Asbudi.

Itulah sejarah singkat terbentuknya FPKS.

“Wadah forum ini sangat penting sebagai berkomunikasi dan berbagi informasi. Tidak hanya tempat saling menaungi dan tentunya organisasi persatuan bagi para petani sawit di Kutim demi kesejahteraan petani,” urainya.

Sementara itu, Pembina FPKS Kutim Mahyudin menegaskan jika Kutim layak ditahbiskan sebagai daerah terbesar penghasil kelapa sawit. Mantan Wakil Bupati Kutim pertama ini juga menjadi salah seorang pencetus kelapa sawit di Kutim.

“Sawit sangat banyak manfaatnya. Apalagi saat ini buah sawit bisa diubah menjadi bahan bakar solar, bahkan untuk bahan bakar pesawat dan lainnya,” jelasnya.

Wakil Ketua DPD RI ini pun juga turut menceritakan kisah 20 tahun lalu ketika ada yang menyuruh menanam sawit, namun tidak ada yang mau di Kecamatan Muara Wahau.

“Nah, kini kondisinya sudah berubah karena sekarang sudah dinikmati semuanya. Kini di Wahau malah menjadi sentra perkebunan sawit dan tentunya para warganya sejahtera dengan berkebun sawit, contohnya saja bisa pulang kampung terus jika panen,” katanya.

Ia pun akan fokus berkebun sawit. Dari persepsinya, sawit ke depan masih sangat menjanjikan untuk masa depan. Apalagi katanya, jika pensiun dini dari dunia perpolitikan.

“Saya mau fokus tanam sawit saja. Kan saya juga keluarga petani. Jangan ragu berkebun sawit,” sebutnya. (hms13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here