Beranda Infrastruktur Kejar Kutim Merdeka Sinyal – Diskominfo-Perstik Fokus Benahi Desa Blank Spot

Kejar Kutim Merdeka Sinyal – Diskominfo-Perstik Fokus Benahi Desa Blank Spot

92 views
0

Kabid Infrastruktur TI dan Telematika Diskominfo Perstik Sulisman. (Foto: Wahyu Pro Kutim)

SANGATTA – Implementasi program kerja Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo Perstik) Kutai Timur (Kutim), selalu mengacu pada visi misi Bupati dan Wabup Kutim. Salah satunya mewujudkan pelayanan dasar bagi masyarakat secara proporsional dan merata. Sejalan dengan visi misi tersebut, di 2022 Diskominfo Perstik bakal menggeber jangkauan jaringan internet di seluruh desa yang ada di Kutim. 

Kepala Bidang (Kabid) Infrastruktur TI dan Telematika Diskominfo Perstik Sulisman mewakili Kepala Diskominfo Kutim Ery Mulyadi menyampaikan, dari 139 desa yang ada di Kutim, saat ini baru 102 desa yang terjangkau jaringan internet. Artinya masih ada kurang lebih 37 desa yang blank spot atau belum terjangkau jaringan. Demi mengatasi masalah itu, tahun depan Diskominfo Perstik rencananya bakal menjalankan program “Merdeka Sinyal” untuk 72 titik di semua desa di Kutim yang lemah sinyal dan blank spot.

“Di 2022 kita melanjutkan program internet desa. Internet yang diberikan oleh desa untuk masyarakat tersebut gratis,” kata Sulis sapaan akrab Sulisman, saat konferensi pers di Ruang D’lounge, Hotel Royal Victoria Sangatta, Rabu (8/12/2021) pagi.

Mendukung program ini, katanya akan ada bantuan dari Pemerintah Pusat untuk pembangunan tower jaringan. Bantuan dari Kementerian Kominfo itu berjumlah 56 tower jaringan (BTS/(Base Transceiver Station), tetapi hanya untuk 24 desa yang blank spot. Karena merupakan Program Pembangunan Tower Non 3 T dari Kementerian. Penjelasan seluruh program ini turut didengar Ketua PWI Kaltim Endro S Efendi, Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie, Ketua PWI Jatim Machmud, Ketua PWI Kutim Ibnu Juraid dan seluruh peserta Ujian Kompetensi Wartawan (UKW).

Sulis menerangkan Diskominfo Perstik pada 2022 tidak menganggarkan pembangunan tower. Karena bakal mengeluarkan dana yang sangat besar. Jadi pihaknya sementara fokus pada pemenuhan jaringan internet saja. Sebab anggarannya yang digunakan cukup kecil. Hal itu dilakukan sebagai opsi lain untuk bekerja sama dengan Kementerian terkait dan Pemprov Kaltim.

“Ada juga bantuan dari Pemerintah Provinsi (Kaltim) dalam program internet gratis itu,” ujar Sulis yang mengenakan masker bermerek Sensi dan kemeja putih.

Terakhir Sulis mengungkapkan, anggaran Diskominfo Perstik Kutim untuk internet desa dialokasikan sebesar Rp 10 miliar.

“Insya Allah tahun 2022 Kutai Timur bisa merdeka sinyal,” ujarnya. (hms7/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here