Beranda Kutai Timur Tiga Pemateri Beberkan Teknik Memandu Wisatawan – Sertifikasi Pramuwisata Muda HPI Kutim

Tiga Pemateri Beberkan Teknik Memandu Wisatawan – Sertifikasi Pramuwisata Muda HPI Kutim

84 views
0

Tiga pemateri menyampaikan arahan di momen pelatihan pemandu wisata muda mulai dari Ketua Umum DPP HPI Sang Putu Subaya, Sekretaris DPP HPI Osvian Putra dan Ketua DPD HPI Kaltim Awang Jumri. Foto: Irfan/Pro Kutim

SANGATTA – Sebanyak 35 peserta Pelatihan dan Sertifikasi Pramuwisata Muda Kutai Timur (Kutim) di Sangkima Room Hotel Lumbu Jalan APT Pranoto, Selasa (14/12/2021), mendapatkan transfer ilmu menarik dari tiga pemateri. Kegiatan yang diprakarsai DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kutim bekerja sama dengan DPD HPI Kaltim, DPP HPI dan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim ini pun berlangsung interaktif.

Puluhan peserta yang memang diwajibkan mengikuti pelatihan ini mendapat berbagai ilmu baru dari narasumber. Terdiri dari Ketua Umum DPP HPI Sang Putu Subaya, Sekretaris DPP HPI Osvian Putra dan Ketua DPD HPI Kaltim Awang Jumri. Selanjutnya peserta akan diuji wawasannya dalam menyerap materi dalam uji kompetensi pemandu/pramuwisata jenjang muda oleh asesor Sri Suryani, Rhemallya dan Erwan Maulana yang akan berlangsung, Senin (20/12/2021) mendatang.

Di sesi pertama, Ketua Umum DPP HPI Sang Putu Subaya menjelaskan tentang empat cara yang harus dikuasai untuk pemandu wisata muda yang lingkupnya di level objek wisata kabupaten/kota.

“Ya tentunya harus bisa mengkomunikasikan informasi, melakukan pemanduan objek wisata, memimpin perjalanan wisata dan melakukan interpretasi (proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antara dua atau lebih) dalam pemanduan wisata,” ulasnya.

Mempertajam pengetahuan menjadi pemandu. Misalnya saja dalam mempelajari bahasa daerah, budaya setempat (kearifan lokal), sejarah daerah dan “people to people” (interaksi kedekatan). Keterampilan itu menjadi sebagian kecil yang harus dikuasai oleh pemandu muda. Karena memang benang merahnya adalah elemen kompetensi dan tentunya ada aspek kritis menyajikan informasi secara cepat dan terarah.

“Menguasai peralatan peraga dokumentasi wisata dan membangun partisipasi wisatawan sebagai tamu kita,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, pramuwisata harus mengusung jika pariwisata itu menjual kegembiraan dan tentunya menjadi gaya hidup. Menjadi pemandu yang mempunyai pendekatan menyenangkan, ketika membawa tamu. Karena menang itulah tujuan utamanya.

Materi kedua disampaikan Sekretaris DPP HPI Osvian Putra adalah tentang bekerja sebagai pemandu wisata. Menurutnya jadi pemandu wisata yang bagus harus memiliki empat poin. Yakni suka berteman (bergaul), menguasai lebih dari satu bahasa, mempunyai pengetahuan dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

“Karena empat faktor tadi ya tugas utama pemandu wisata. Mulai bagaimana cara menemani, memberikan informasi, bimbingan serta saran kepada wisatawan dalam melakukan aktivitas wisatanya. Contohnya saja dimulai dari penjemputan di terminal bandara (airport) kedatangan atau keberangkatan wisatawan, check-in atau out, mengunjungi objek dan atraksi wisata, berbelanja, makan di restoran dan aktivitas wisata lainnya. Untuk itu pramuwisata akan mendapatkan imbalan tertentu,” bebernya.

Di sesi terakhir, Ketua DPD HPI Kaltim Awang Jumri menitikberatkan tiga item yang harus dimiliki pemandu wisata jenjang muda. Yaitu pengetahuan (Knowledge), teknik (Technical) dan sikap (Attitude). Tiga item yang bisa disingkat menjadi KTA ini sangat vital. Karena menyangkut tentang bagaimana cara menyampaikan informasi umum dan khusus. Misalnya saja tentang profil desa wisata. Seorang pemandu wisata sudah harus mempunyai bahan untuk sudah dijelaskan kepada wisatawan tamu.

“Jangan sampai blank (tak punya wawasan atau informasi), harus konsentrasi dan melayani secara profesional,” ulasnya.

Sebagai penutup, Ketua DPC HPI Kutim Askar meminta seluruh peserta pemandu wisata yang akan mengikuti proses dari pelatihan ke sertifikasi bisa lulus semua. Khususnya setelah apa yang diberikan ilmu dari narasumber.

“Saya harap materi yang diberikan diperhatikan dengan serius dan seksama sebagai bahan ujian kompetensi minggu depan. Ini kesempatan langka karena baru pertama kalinya digelar pelatihan dan uji kompetensi pemandu muda oleh HPI, didukung Dispar Kutim. Jadikan momen untuk mengasah kemampuan sebagai pramuwisata,” tegasnya. (hms13/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here