Beranda Kutai Timur Rencana Tambah Gedung, Bupati Minta Direktur RSUD Kudungga Libatkan Perusahaan

Rencana Tambah Gedung, Bupati Minta Direktur RSUD Kudungga Libatkan Perusahaan

579 views
0

dr. Yuwana Sri Kurniawati (kiri), bersama dengan Kadinkes dr. Bahrani Hasanal, Bupati Ardiansyah Sulaiman, saat berbincang dengan pihak PT. Thiess. (Ronall J Warsa Prokutim)

SANGATTA – Semenjak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta mendapatkan SK HK02.03/I/0552/2015, tentang naik kelasnya menjadi Tipe B, hingga awal 2022 ini belum ada penambahan bangunan atau gedung baru. Sementara jumlah dokter spesialis hingga peralatan-peralatan pendukung pelayanan kesehatan semakin banyak.

Usai bersua dengan Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, Rabu (5/1/2022) siang, Direktur RSUD Kudungga dr Yuwana Sri Kurniawati mengungkapkan, pengembangan RSUD perlu dilakukan. Terutama penambahan ruangan poli maupun unit-unit baru.

“Kami ada rencana untuk membuat tambahan ruangan poli, kemudian beberapa unit baru. Termasuk ruang pelayanan jantung. Sehingga jika ada pasien, tidak perlu dibawa ke Samarinda. Tentu sebagaimana yang disebutkan Bapak Bupati (Ardiansyah Sulaiman, red), jika mengandalkan APBD (Kutim) tentu tidak mungkin. Jadi dari pihak perusahaan yang akan membantu,” terang Yuwana selepas acara penyerahan bantuan alat kesehatan oleh PT Thiess Contractor Indonesia (TCI).

Perlu pembaca ketahui, lahan RSUD Kudungga kurang lebih seluas 8 hektare (Ha). Untuk saat ini lahan yang difungsikan seluas 6 Ha. Artinya masih ada luasan lahan sebesar 2 Ha yang belum dimanfaatkan. Lokasinya berada di belakang rumah sakit.

“Sehingga ada 2 Ha lahan yang bisa difungsikan untuk pengembangan rumah sakit. Termasuk kedepannya untuk segera membentuk poli esklusif. Seperti (ruang) Sakura yang ada di RSUD A W Syahranie Samarinda,” ujarnya.

Direktur RSUD Kudungga dr. Yuwana Sri Kurniawati (Ronall J Warsa Prokutim)

Poli esklusif tersebut nantinya merupakan salah satu bentuk pengembangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD, red) di rumah sakit. Pelayanan diberikan pada pasien umum yang tidak menggunakan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Misalnya perorangan ataupun pasien dengan pembiayaan lewat perusahaan.

“Memang biayanya lebih tinggi dan tidak bisa mempergunakan BPJS. Tetapi ini merupakan suatu terobosan, supaya masyarakat yang ingin berobat cepat tidak perlu jauh-jauh ke Bontang atau Samarinda. Cukup di Sangatta saja,” harap Yuwana.

Sebelumnya Bupati Ardiansyah Sulaiman dalam pertemuan dengan manajemen salah-satu perusahaan batu bara, sempat menyinggung agar perusahaan di Kutim dapat membantu membangun gedung baru tambahan di RSUD Kudungga. Demi peningkatan kualitas dan pelayanan pasien.

“Maka saya minta Direktur RSUD konsepkan surat, untuk kita komunikasikan dengan perusahaan. Karena kalau kita mengandalkan APBD, dalam keadaan pandemi Corona seperti sekarang tentu tidak sanggup,” papar Bupati. (hms5/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here