Beranda Kutai Timur Akhir Pekan, Ardiansyah Keliling Sangatta Pantau Progres Pembangunan

Akhir Pekan, Ardiansyah Keliling Sangatta Pantau Progres Pembangunan

145 views
0

Berbagai kegiatan Bupati Kutim H Ardiansyah saat memantau progres pembangunan di akhir pekan. (Ist)

SANGATTA- Bagi Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman, menjadi kepala daerah sama artinya memberikan seluruh hati, pikiran, tenaga serta waktu untuk memajukan daerah ini. Seperti yang dilakukan orang nomor satu di Pemkab Kutim, Minggu (9/1/2022) pagi. Saat masyarakat umumnya bisa menikmati waktu libur diakhir pekan, Ardiansyah lebih memilih meluangkan waktunya berkeliling Kota Sangatta untuk memantau progres maupun kendala pembangunan di lapangan. 

Program lingkungan yang ia usung yakni Grebek RT kali ini dilaksanakan di Desa Kabo Jaya, Sangatta Utara. Sejumlah kegiatan bersih-bersih dilakukan bersama warga. Tujuannya tak lain agar masyarakat lebih bersemangat menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar.

“Melalui Grebek RT Desa Kabo Jaya, saya berharap agar kita bisa bersama-sama menjaga lingkungan kita. Selain itu, lewat kegiatan ini budaya gotong royong di tengah masyarakat dapat terus dilestarikan,” harap Ardiansyah.

Selesai dari kegiatan tersebut, Ardiansyah yang mengenakan baju warna kuning dipadu rompi coklat melanjutkan pemantauannya ke sejumlah lokasi. Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) Kutim M Muhir, Bupati lanjut melihat kondisi jalan longsor di Bukit Pandang, Kawasan Pusat Perkantoran Pemkab Kutim. Diteruskan memantau kondisi badan jalan yang turun di Jalan Soekarno-Hatta, melihat kerusakan di Makolanal Sangatta serta Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Batota.

Tak berhenti sampai di situ, di akhir pekan ini Ardiansyah juga menyempatkan melihat Incinerator yang ada di Pasar Induk Sangatta (PIS). Incinerator merupakan alat yang digunakan untuk membakar limbah dalam bentuk padat dan dioperasikan dengan memanfaatkan teknologi pembakaran pada suhu tertentu. Teknologi ini merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi timbunan limbah. Karena melibatkan pembakaran dengan suhu tinggi, energi panas yang dihasilkan ke depan bisa dimanfaatkan menjadi sumber listrik.

Ardiansyah mengaku hasil penelusurannya di lapangan akan digunakan sebagai bahan evaluasi. Untuk dibahas bersama dengan jajaran Pemkab Kutim. Agar nantinya ditemukan solusi penanganannya. (hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here